Indonesia Beri Hibah ke Palestina, Termasuk Pengembangan Budidaya Alpukat
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Pemerintah Indonesia terus memberikan bantuan hibah ke Palestina. Salah satu upaya mendukung kedaulatan Palestina yaitu dengan memberikan bantuan senilai US$ 12 juta dolar pada 2025. Bantuan tersebut diwujudkan melalui program bantuan pangan yang diberikan bersama World Food Program (WFP).
“Karena kita tidak bisa masuk ke Palestina, kemudian kita kerja samakan melalui WFP agar bantuan ini dapat diterima langsung kepada masyarakat di Gaza,” kata Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian AID, Dalyono di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025).
Bantuan pangan tersebut diberikan dalam tiga bentuk, di antaranya, membantu dapur umum, suplemen kesehatan untuk ibu hamil dan anak-anak, dan biskuit berenergi untuk masyarakat yang berdampak. Proses penyaluran bantuan pangan ini terus berlangsung.
“Jadi ini merupakan salah satu wujud dari komitmen presiden untuk memberikan perhatian besar kepada Palestina, karena sedang menghadapi masalah kemanusiaan,” jelas dia.
Selain bantuan kemanusiaan, pemerintah Indonesia juga mendapat permintaan untuk mendorong pengembangan perkebunan alpukat di Tepi Barat, Palestina. Wilayah itu, kata Dalyono, menjadi salah satu daerah yang menghasilkan alpukat cukup besar.
Baca Juga
DPR Desak PBB Bertindak atas Penangkapan Armada Global Sumud Bantuan Palestina
“Namun, saat ini terkendala karena keterbatasan pupuk, teknologi pengolahan, dan pengembangan, serta pemasarannya,” ujar dia.
Palestina melihat Kementerian Pertanian Indonesia memiliki balai pelatihan. Untuk itu, pemerintah Indonesia diharapkan dapat membantu para petani Palestina untuk mengembangkan produk alpukat. Proses pendampingan ini bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
“Nilainya tidak begitu besar. Totalnya, sekitar Rp 2 miliar. Di mana Rp 1 miliar ditanggung JICA dengan mendatangkan mereka (petani Palestina) ke Indonesia, di Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, Malang, Jawa Timur,” ujar dia.
Pemberian bantuan ini juga mengacu pada politik luar negeri Indonesia. Untuk itulah, Indonesia juga membantu Vanuatu, negara yang mendukung Israel.
Dalyono mengatakan pemberian bantuan ke Vanuatu sebagai diplomasi halus Indonesia. Dia menjelaskan diplomasi halus ke negara tersebut diperlukan untuk meredam potensi ancaman bagi kedaulatan NKRI.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa meskipun kecil dan manageable, kita tetap menghadapi noise-noise yang dihadapi dari negara-negara kecil di Pasifik,” kata dia.
Selain Vanuatu, Indonesia juga melakukan diplomasi dengan bantuan terhadap Fiji dan Palau. Pemberian hibah diharapkan negara-negara tersebut memiliki utang budi.
“Dan mungkin mereka merasa (perlu) untuk memberikan sebuah respons yang lebih terukur, sehingga diharapkan tidak akan ada lagi gangguan yang mengancam kedaulatan kita,” jelas dia.

