Pasar Kerja AS Lesu, Data Alternatif Tunjukkan Perekrutan Stagnan
Poin Penting
- Tingkat pengangguran September diperkirakan tetap 4,3%.
- Data Intuit: usaha kecil kehilangan 48 ribu pekerjaan.
- Rencana perekrutan 2024 terendah sejak 2009.
- The Fed tetap pertimbangkan pemangkasan suku bunga.
WASHINGTON, investortrust.id - Data alternatif dari sumber publik dan swasta, sebagai pengganti statistik resmi yang tertunda akibat penutupan pemerintah, menunjukkan pasar kerja AS kemungkinan tetap stagnan pada September dengan perekrutan yang lamban. Namun, tidak ada perubahan dalam tingkat pengangguran yang menurut para ekonom dipengaruhi oleh menurunnya jumlah pekerja asing.
Penutupan pemerintah federal yang ke-15 sejak 1981, dengan sekitar 750.000 pekerja dirumahkan, telah menunda publikasi laporan penting termasuk data pengangguran dan pekerjaan bulan September yang seharusnya dirilis pada Jumat oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. Data itu menjadi titik acuan utama bagi para pembuat kebijakan Federal Reserve yang akan bertemu dalam waktu kurang dari empat minggu untuk memutuskan apakah akan kembali memangkas suku bunga.
Laporan klaim tunjangan pengangguran mingguan ikut tertunda, juga data pesanan pabrik dan belanja konstruksi untuk Agustus.
Baca Juga
Kepercayaan Konsumen AS Merosot, ‘Shutdown’ Ancam ‘Blackout’ Data Ekonomi
Meski begitu, data tersebut masih bisa tersedia untuk pertemuan The Fed pada 28-29 Oktober tergantung lamanya penutupan. Data alternatif, seperti perkiraan “real-time” terbaru tingkat pengangguran yang dirilis Kamis oleh Federal Reserve Bank of Chicago, kemungkinan akan menarik lebih banyak perhatian dari pejabat Fed, ekonom, dan analis yang berusaha memahami perekonomian sementara pemerintah tidak beroperasi.
Laporan Fed Chicago, yang menggabungkan data swasta dan publik yang tersedia, memperkirakan tingkat pengangguran September sebesar 4,3%, sama dengan Agustus dan menjadi bukti bahwa kenaikan cepat pengangguran yang ditakutkan belum dimulai.
Namun rincian laporan tersebut, bersama dengan data lain, menunjukkan berlanjutnya kelesuan di pasar tenaga kerja yang kemungkinan membuat The Fed bersiap memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase.
Diskusi pemangkasan suku bunga The Fed kini sangat bergantung pada pandangan pembuat kebijakan apakah pasar tenaga kerja masih bertahan, dengan tingkat pengangguran 4,3% dianggap mendekati lapangan kerja penuh, atau justru berisiko mengalami keretakan tajam. Bulan lalu The Fed memangkas suku bunga kebijakan sebesar seperempat poin ke kisaran 4% hingga 4,25% setelah pertumbuhan lapangan kerja melambat tajam dan tingkat pengangguran naik di Agustus.
“Kami akan menggunakan data yang ada,” ujar Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee di Fox News America Reports pada Kamis (02/9/2025), seraya menambahkan bahwa angka pengangguran baru bank itu “menunjukkan adanya kestabilan di pasar tenaga kerja.”
Seri data baru Fed Chicago, diperbarui dua kali sebulan, menunjukkan tingkat perekrutan bagi pengangguran sedikit menurun dan tingkat PHK serta pemisahan kerja lainnya sedikit meningkat. Hal itu memberikan “tekanan kenaikan terbatas” pada tingkat pengangguran.
Pasar Tenaga Kerja Mandek
Awal pekan ini, data dari pengolah gaji ADP menunjukkan gaji sektor swasta turun 32.000 pada September. Data ADP juga bisa mendapat bobot tambahan di tengah absennya pembaruan dari Biro Statistik Tenaga Kerja, dan pernah dikutip oleh Gubernur Fed Christopher Waller pada Agustus sebagai dasar bagi estimasi internal staf Fed yang menunjukkan “penurunan berkelanjutan” di pasar kerja sejak Mei.
Data baru yang dirilis Kamis oleh perusahaan teknologi Intuit, berdasarkan sampel sekitar 400.000 usaha kecil dari platform QuickBooks, menunjukkan perusahaan dengan satu hingga sembilan karyawan memangkas lebih dari 48.000 pekerjaan pada September, penurunan sekitar 0,37%. Perusahaan sebesar itu mengalami penurunan tenaga kerja stabil sejak awal 2024, dengan rata-rata bulanan kuartal terbaru turun sekitar 400.000 dari puncak 13,1 juta.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Sementara itu, pemberi kerja AS mengumumkan lebih sedikit PHK pada September, namun rencana perekrutan tahun ini terendah sejak 2009, menurut laporan terbaru perusahaan global outplacement Challenger, Gray & Christmas yang memberi sinyal lebih lanjut pasar tenaga kerja terhenti karena permintaan dan penawaran pekerja menurun akibat kebijakan imigrasi yang lebih ketat serta kemajuan teknologi.
Perusahaan itu menyebutkan rencana PHK turun 37% bulan ke bulan menjadi 54.064 pada September. Sejauh tahun ini, pemberi kerja telah mengumumkan 946.426 PHK, total tertinggi sejak 2020.
Rencana perekrutan sejauh tahun ini berjumlah 204.939, terendah sejak 2009 ketika ekonomi baru keluar dari Resesi Besar.
“Saat ini, kita menghadapi pasar tenaga kerja yang mandek, kenaikan biaya, dan teknologi baru yang transformatif. Dengan pemangkasan suku bunga di depan mata, kita mungkin melihat stabilisasi pada kuartal keempat, namun faktor lain bisa membuat pemberi kerja tetap merencanakan PHK atau menunda perekrutan,” urai Andrew Challenger, wakil presiden senior di Challenger, Gray & Christmas, seperti dikutip Reuters.
Namun terdapat sinyal yang bertentangan, dan teka-teki apakah pertumbuhan lapangan kerja yang lemah disebabkan perlambatan ekonomi atau kurangnya pekerja, atau keduanya. Pertambahan payroll non-pertanian rata-rata hanya 29.000 per bulan dalam tiga bulan hingga Agustus dibandingkan 82.000 pada periode yang sama tahun lalu, namun tingkat pengangguran relatif stabil.
Menurut ekonom, ketidakpastian berkelanjutan dari kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump dan meningkatnya kecerdasan buatan telah mengurangi permintaan tenaga kerja. Namun pengetatan imigrasi pemerintah juga mungkin membatasi ketersediaan tenaga kerja.
Dalam survei terbarunya, Federasi Nasional Bisnis Independen melaporkan bahwa 58% pemilik usaha independen berencana merekrut, lebih banyak daripada Agustus, namun hampir 90% dari kelompok itu “melaporkan sedikit atau tidak ada pelamar berkualifikasi untuk posisi yang ingin mereka isi,” naik tujuh poin persentase dari bulan sebelumnya.
Jika penutupan berlanjut hingga pekan depan, laporan yang akan dirilis akhir bulan ini, termasuk data harga konsumen, penjualan ritel, pembangunan rumah, dan inflasi produsen untuk September, kemungkinan tidak akan dipublikasikan, memengaruhi pengambilan keputusan oleh rumah tangga, investor, dan pembuat kebijakan.

