Uni Afrika Bergabung dalam Kelompok Negara-negara G20
JAKARTA, Investortrust.id - Uni Afrika telah bergabung dengan kelompok negara-negara ekonomi besar G20 dalam pertemuan puncaknya Sabtu (9/9/2023). Kehadiran Uni Afrika memberikan panggung lebih luas bagi benua tersebut untuk bersuara di level global. Tuan rumah Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa keputusan Uni Afrika telah mengubah blok yang sering kali terbagi menjadi "Masyarakat G20."
"Dengan persetujuan semua pihak, saya meminta kepala Uni Afrika untuk mengambil tempatnya sebagai anggota tetap G20," kata Modi dalam kata pembukanya sambil memukul palu tanda pembukaan seremoni. .
Modi menggambarkan pertemuan ini sebagai masa depan diplomasi India dan mendorong agar negaranya, yang berhasrat mendapatkan kursi tetap di Dewan Keamanan PBB, dipandang sebagai suara dari Belahan Bumi Selatan.
Uni Afrika memiliki 55 negara anggota, tetapi enam negara yang dipimpin oleh junta militer ditangguhkan keanggotaannya di G20. Secara kolektif, Uni Afrika memiliki PDB sekitar US$3 triliun dengan populasi sekitar 1,4 miliar jiwa.
Sebelumnya G20 mencakup 19 negara anggota dan Uni Eropa, yang mewakili 85% PDB dunia, dengan Afrika Selatan sebagai satu-satunya negara anggota dari benua Afrika.
G20 awalnya dibentuk di masa krisis keuangan tahun 2008 sebagai cara untuk mengelola ekonomi global. Namun belakangan para negara anggotanya kerap semakin sulit mencapai konsensus bersama.
Keanggotaan Uni Afrika dapat menjadi salah satu hasil yang paling nyata dari pertemuan ini, dengan Modi yang berupaya mencari konsensus bersama untuk sejumlah masalah yang serius. Kalangan negara-negara kunci anggota G20 sendiri terpecah soal perang Rusia di Ukraina dan soal mekanisme pembiayaan perubahan iklim.

