Zelensky Siap Tak Maju Lagi Jika Perang Berakhir
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan kesiapannya untuk tidak mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden, asalkan perang dengan Rusia dapat segera diakhiri. Hal ini disampaikan Zelensky dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, Axios.
"Jika [perang berakhir], saya siap untuk tidak mencalonkan diri lagi, karena pemilu bukan tujuan saya. Saya sangat ingin, di masa yang sulit ini, berada bersama negara saya dan membantu negara saya. Itu yang saya inginkan sejak awal. Tujuan saya adalah mengakhiri perang," ujar Zelensky seperti dikutip meduza.io, Jumat (26/9/2025).
Zelensky menjabat sebagai Presiden Ukraina sejak Mei 2019. Masa jabatannya seharusnya berakhir pada Mei 2024. Namun, karena Ukraina saat ini berada di bawah status darurat militer akibat invasi Rusia, undang-undang melarang pelaksanaan pemilu selama masa darurat tersebut. Oleh karena itu, masa jabatan Zelensky secara otomatis diperpanjang. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh pihak Rusia dan media propagandanya untuk menyebut Zelensky sebagai pemimpin yang "ilegal".
Namun di dalam negeri, terdapat kesepakatan luas, bahkan dari kalangan oposisi politik, bahwa Zelensky tetap harus menjabat hingga status darurat militer dicabut.
Baca Juga
Ukraina Butuh Dana Setara 10% PDB Indonesia untuk Danai Perang Tahun Depan
Zelensky secara konsisten menegaskan pentingnya menggelar pemilihan umum segera setelah perang berakhir dan darurat militer dihapuskan. Dalam wawancara tersebut, ia juga menekankan keinginannya agar pemilu segera dilaksanakan, bahkan jika yang terjadi baru sebatas gencatan senjata jangka panjang, bukan kesepakatan damai permanen.
Selama ini posisi Zelensky di kursi kepresidenan Ukraina juga menjadi penghambat terjadinya pertemuan antara Rusia dan Ukraina, karena Presiden Rusia Vladimir Putin terus menggugat keabsahan Zelenzky sebagai presiden yang sudah habis masa jabatannya, dan tak layak menjadi orang yang bertanggung jawab dalam negosiasi damai.
Meski masa jabatan resminya telah melewati tenggat waktu, survei terbaru menunjukkan Zelensky masih menjadi calon dengan dukungan tertinggi. Dalam survei yang dilakukan oleh Rating Sociological Group pada bulan Agustus 2025, sekitar 35,2 persen responden menyatakan akan memilih Zelensky jika pemilu digelar. Sementara itu, penantang utamanya, mantan Panglima Militer Valerii Zaluzhnyi, mendapatkan dukungan sebesar 25,3 persen. Namun dalam hal tingkat kepercayaan publik secara keseluruhan, Zelensky justru berada di bawah Zaluzhnyi.

