Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi, Wall Street Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Poin Penting
- S&P 500 naik 0,44% ke rekor baru, Nasdaq dan Dow ikut menguat.
- Nvidia lompat 3,9% usai umumkan investasi US$100 miliar di OpenAI.
- Oracle reli 45% bulan ini, Apple naik 4% berkat penjualan iPhone.
- Risiko shutdown AS pada 30 September batasi optimisme pasar.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Senin waktu AS atau Selasa (23/9/2025) WIB. Indeks utama Wall Street kembali menorehkan rekor pada awal pekan, dipimpin reli saham Nvidia setelah raksasa chip itu mengumumkan investasi besar-besaran di OpenAI. Optimisme terhadap prospek kecerdasan buatan (AI) mengangkat sentimen, meski risiko penutupan pemerintahan AS masih membatasi kenaikan.
Baca Juga
Katalis Pemangkasan Bunga Fed dan Saham Teknologi Dongkrak Wall Street ke Level Tertinggi Baru
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,44% ke 6.693,75, sementara Nasdaq Composite menguat 0,70% ke 22.788,98. Dow Jones Industrial Average menambah 66,27 poin (0,14%) menjadi 46.381,54. Ketiga indeks sekaligus mencatat rekor intraday dan penutupan tertinggi sepanjang masa.
Katalis utama datang dari Nvidia, yang sahamnya melonjak 3,9% usai mengumumkan rencana investasi US$100 miliar di OpenAI untuk pembangunan pusat data. Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research, menilai langkah tersebut bisa memperpanjang reli saham berbasis AI hingga 2026.
Optimisme juga meluas ke saham teknologi lain. Oracle naik 6% setelah mengumumkan promosi Clay Magouyrk dan Mike Sicilia sebagai co-CEO menggantikan Safra Catz yang kini menjabat wakil ketua dewan. Reli Oracle bulan ini mencapai 45%. Apple turut menguat 4% berkat antusiasme penjualan iPhone terbaru.
Namun, pasar tetap dihantui ketidakpastian fiskal. Senat AS pekan lalu gagal meloloskan rancangan pendanaan sementara, membuat tenggat 30 September untuk menghindari shutdown semakin krusial. Senator Demokrat Chuck Schumer mendesak Presiden Donald Trump segera berunding dengan oposisi.
Meski demikian, tren bullish masih dominan. Pasar mendapat dorongan tambahan dari pemangkasan suku bunga The Fed pekan lalu, pertama sejak Desember. CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan dua kali pemangkasan tambahan sebelum akhir tahun.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
“Selama tidak ada guncangan besar dalam tiga bulan ke depan, pasar memberi sinyal ingin bergerak lebih tinggi dan kemungkinan besar akan mencapainya pada akhir tahun,” ujar Stovall, seperti dikutip CNBC.
Pekan ini, fokus pasar beralih ke data inflasi pilihan The Fed, yaitu indeks harga pengeluaran konsumsi personal (PCE). Ekonom memperkirakan inflasi tetap cukup jinak sehingga The Fed bisa mempertahankan sikap dovish.

