Saham Teknologi India Anjlok Setelah Trump Berlakukan Biaya Tinggi Visa H-1B
Poin Penting
- Saham teknologi India anjlok hampir 3% imbas biaya visa H-1B Trump.
- Mphasis, Persistent Systems, dan LTIMindtree jadi yang paling terpukul.
- Adani Power melonjak 15% setelah stock split lima banding satu.
- Pasar Asia bervariasi: Nikkei dan Samsung menguat, Hang Seng melemah.
JAKARTA, investortrust.id - Indeks teknologi India terguncang pada awal pekan setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan biaya baru sebesar $100.000 untuk setiap pengajuan visa kerja H-1B, visa kerja yang diperuntukkan bagi tenaga asing dengan keterampilan tinggi. Dari hampir 400.000 visa H-1B yang diterbitkan pada 2024, sebanyak 71% diberikan kepada warga negara India.
Kebijakan ini langsung menekan saham-saham IT besar India yang selama ini bergantung pada pasar tenaga kerja Amerika.
Baca Juga
Kebijakan Kenaikan Biaya Visa H-1B oleh Trump Bikin Resah India, Ini Alasannya
Sembilan dari 10 perusahaan IT India dalam sub-indeks Nifty IT melemah, dengan penurunan terbesar dialami Mphasis yang jatuh lebih dari 4%, Persistent Systems yang turun 3,8%, dan LTIMindtree yang merosot 3,79%.
“Biaya baru ini bisa mendorong perusahaan India untuk lebih banyak melakukan offshoring terhadap karyawan mereka di Amerika Serikat,” ujar Manishi Raychaudhuri, CEO Emmer Capital Partners, pada siaran CNBC “Inside India”, Senin (22/9/2025).
Hal itu, katanya, “akan menyebabkan penurunan pendapatan utama yang dihasilkan oleh perusahaan IT besar ini karena offshoring adalah aktivitas dengan margin tinggi tetapi berpendapatan rendah.” Ia memperkirakan dampak bersih jangka pendek terhadap laba perusahaan “berada di kisaran 2% hingga 4%, yang tercermin pada pergerakan saham hari ini.”
Baca Juga
Trump Kenakan Biaya Selangit pada Visa H-1B, Perusahaan 'Big Tech' Panik
Indeks acuan India Nifty 50 turun 0,12%, sementara indeks Sensex melemah 0,48%.
Saham Adani Power melonjak lebih dari 15% setelah stock split lima banding satu mulai berlaku pada Senin. Perusahaan listrik termal India itu mengatakan pemegang saham telah menyetujui pemecahan satu saham bernilai nominal 10 rupee India (sekitar $0,11) menjadi lima saham dengan nilai masing-masing 2 rupee, menurut pengajuan awal bulan ini.
Perusahaan biasanya melakukan stock split untuk membuat saham lebih terjangkau bagi investor, sekaligus meningkatkan likuiditas.
Di Tiongkok, indeks CSI 300 naik 0,46% setelah bank sentral mempertahankan loan prime rate (LPR) tidak berubah untuk bulan keempat berturut-turut, sesuai jajak pendapat Reuters. Keputusan untuk menahan ini datang setelah Federal Reserve AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu.
People’s Bank of China mempertahankan LPR tenor satu tahun di 3,0% dan tenor lima tahun di 3,5%, menurut pernyataan pada Senin. LPR satu tahun memengaruhi sebagian besar pinjaman baru maupun berjalan, sementara LPR lima tahun memengaruhi harga kredit perumahan.
Baca Juga
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,76% dan ditutup di 26.344,14, sementara Hang Seng Tech Index melemah 0,58% menjadi 6.257,91.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang naik 0,99% menjadi 45.493,66 pada penutupan, sedangkan Topix menguat 0,49% ke level 3.163,17. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 0,67% ke 1,650, level tertinggi sejak Juli 2007.
Indeks Kospi Korea Selatan bertambah 0,68% menjadi 3.468,65, sementara indeks Kosdaq naik 1,3% ke 874,36. Saham Samsung Electronics melonjak lebih dari 4% setelah laporan media lokal menyebutkan Nvidia telah menyetujui produk memori bandwidth tinggi generasi kelima milik pembuat chip Korea Selatan tersebut. Persetujuan itu dilaporkan datang setelah beberapa kali kegagalan selama hampir 18 bulan untuk memenuhi standar kinerja ketat Nvidia.
Indeks ASX/S&P 200 Australia naik 0,43% dan ditutup pada level 8.810,9.
Futures saham AS sedikit berubah pada jam perdagangan Asia awal setelah pekan yang kuat bagi rata-rata utama. Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi baru setelah pemangkasan suku bunga The Fed menguatkan keyakinan investor.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Melemah Setelah Dow dan S&P 500 Pecah Rekor
Pasar kini memperkirakan dua kali lagi pemangkasan suku bunga seperempat poin antara sekarang hingga akhir tahun, menurut CME FedWatch Tool.
Pada perdagangan Jumat di AS, Dow Jones Industrial Average naik 172,85 poin atau 0,37% menjadi 46.315,27, mencapai rekor tertinggi baru. S&P 500 menguat 0,49% menjadi 6.664,36, sementara Nasdaq Composite naik 0,72% dan berakhir di 22.631,48.

