Negosiasi Alot, Trump Perpanjang Tenggat Divestasi TikTok hingga Desember
Poin Penting
- Trump kembali perpanjang tenggat divestasi TikTok hingga 16 Desember.
- Oracle, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz jadi bagian konsorsium investor.
- Kesepakatan kerangka capai 80% kepemilikan TikTok AS oleh investor lokal.
- AS dan Tiongkok akan bahas detail kesepakatan dalam 30–45 hari ke depan.
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden AS Donald Trump kembali memperpanjang tenggat divestasi bisnis TikTok di Amerika Serikat, kali ini hingga 16 Desember. Perpanjangan itu memberi waktu lebih bagi ByteDance untuk menyelesaikan penjualan unit TikTok AS kepada konsorsium investor domestik.
Baca Juga
Bessent Sebut ‘Kerangka’ Kesepakatan TikTok Sudah Dicapai, Tunggu Finalisasi Trump dan Xi
Ini adalah kali keempat Trump memperpanjang tenggat tersebut. Perpanjangan ini, sebagaimana dijelaskan dalam perintah eksekutif, mencegah Departemen Kehakiman menegakkan undang-undang keamanan nasional yang secara efektif akan melarang TikTok di AS hingga 16 Desember.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan Senin bahwa telah dicapai “kerangka kesepakatan” terkait TikTok. Berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang akan berlaku Rabu, operator toko aplikasi seperti Apple dan Google serta penyedia layanan internet akan dikenai sanksi karena memberikan layanan kepada operasi TikTok di AS jika kesepakatan tidak tercapai.
Baca Juga
AS-China Gelar Perundingan di Madrid, TikTok dan Minyak Rusia Jadi ‘Topik Panas’
Berdasarkan kesepakatan kerangka tersebut, sekitar 80% bisnis TikTok di AS akan dimiliki konsorsium investor termasuk Oracle, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz, lapor Wall Street Journal pada Selasa (16/9/2025). Sebagai bagian dari pengaturan itu, pengguna TikTok di AS harus beralih ke aplikasi baru, menurut laporan.
Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan pada Jumat membahas ketentuan kesepakatan terkait TikTok yang diungkapkan Menteri Keuangan Bessent Senin.
Seperti dilansir CNBC, kesepakatan yang diharapkan rampung dalam 30 hingga 45 hari ke depan itu melibatkan investor baru, investor ByteDance yang ada, dan akan menghasilkan Oracle tetap mempertahankan perjanjian komputasi awan dengan TikTok.
Bessent mengatakan bahwa pada dasarnya ketentuan komersial kesepakatan sebenarnya telah disepakati sejak Maret atau April, namun Tiongkok menunda kesepakatan tersebut menyusul kebijakan tarif dan perdagangan keras Trump.
“Kami berhasil mencapai serangkaian kesepakatan, sebagian besar untuk hal-hal yang tidak akan kami lakukan di masa depan dan tidak berdampak pada keamanan nasional kami,” kata Bessent.
Seorang pejabat senior Gedung Putih menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa, “Setiap detail terkait kerangka TikTok hanyalah spekulasi kecuali diumumkan oleh pemerintahan.”
Sementara itu, TikTok sendiri belum memberi komentar.

