Korsel Ingin Pulihkan Hubungan dengan China, Perkuat Kemitraan Ekonomi
Poin Penting
- Presiden Korsel Lee Jae Myung kirim utusan khusus ke Tiongkok.
- Utusan Park Byeong-seug serahkan surat Lee kepada Presiden Xi Jinping dan undang Xi ke KTT APEC Oktober.
- Kedua negara sepakat dorong kemajuan substantif di bidang ekonomi dan rantai pasok.
- Wang Yi tekankan pentingnya stabilitas, pengelolaan sensitivitas, dan memperkuat sentimen publik.
SEOUL, investortrust.id – Korea Selatan berharap dapat menormalisasi hubungan dengan Tiongkok yang tegang dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disampaikan utusan khusus Seoul kepada Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada Minggu, dengan kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.
Baca Juga
Lee Jae-myung Menang Pemilu Korsel, Tolak Warisan Kekuasaan Darurat
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengirim delegasi khusus yang dipimpin mantan ketua parlemen Park Byeong-seug ke mitra dagang utama negaranya, sementara ia sendiri melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu Presiden AS Donald Trump. Lee tiba di Washington pada Senin pagi.
Park mengatakan kepada Wang bahwa ia berharap kedua negara dapat bekerja sama untuk “membuka pintu normalisasi hubungan Korea Selatan-Tiongkok, yang telah tegang dalam beberapa tahun terakhir,” menurut pernyataan yang disampaikan TV Korsel.
Kementerian Luar Negeri Korsel, dalam pernyataan Senin (25/8/2025) menyebutkan, Park juga menyerahkan surat dari Lee kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping dan mengundang Xi menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada Oktober mendatang.
Wang Yi menyambut baik kunjungan delegasi tersebut dan menghargai pesan untuk mengembangkan hubungan kedua negara, menurut pernyataan kementerian.
“Pemerintah baru (Korea Selatan) akan mengejar perkembangan yang matang dalam kemitraan kerja sama strategis Korsel-Tiongkok berdasarkan kepentingan nasional, sembari terus mengembangkan aliansi Korsel-AS,” kata Park, dikutip dari Reuters.
Kedua pihak sepakat untuk mendorong kemajuan substantif dalam kerja sama ekonomi dan rantai pasok, tambah kementerian.
Dalam keterangan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang mengatakan bahwa perkembangan hubungan kedua negara telah menunjukkan bahwa bertetangga dengan baik, mencari kesamaan sambil menghargai perbedaan, serta memperluas kerja sama merupakan “pilihan yang tepat.”
Wang menambahkan bahwa kebijakan Tiongkok adalah menjaga stabilitas dan kesinambungan hubungan dengan Korsel, serta mendesak kedua pihak untuk “meningkatkan sentimen nasional dan mengelola sensitivitas dengan tepat” guna membawa hubungan bilateral maju secara stabil.
Hubungan diplomatik kedua negara telah membaik sejak perselisihan pada 2017 terkait penempatan sistem pertahanan rudal AS di Korsel, yang ditentang Beijing.

