Yield USTreasury Turun Tajam Setelah Rilis Data Ketenagakerjaan AS
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS terjun bebas pada Jumat malam (1/7/2025) waktu AS, menyusul laporan tenaga kerja yang mengecewakan dan pengunduran diri mendadak anggota dewan The Fed, Adriana Kugler. Penurunan ini memberi sinyal kuat bahwa peluang pemangkasan suku bunga pada September kembali terbuka.
Baca Juga
Pasar Tenaga Kerja AS Memburuk, Nonfarm Payroll Juli Hanya Tambah 73.000
Departemen Tenaga Kerja AS mencatat hanya 73.000 pekerjaan baru tercipta pada Juli, jauh di bawah konsensus 100.000. Revisi tajam ke bawah juga muncul untuk data Mei dan Juni—dengan angka Juni direvisi dari 147.000 menjadi hanya 14.000. Di tengah data mengecewakan itu, tingkat pengangguran naik ke 4,2% seperti yang diperkirakan.
Pasar obligasi langsung bereaksi: yield surat utang 2 tahun merosot 25 bps ke 3,698%, sementara tenor 10 tahun turun ke 4,236%, dan 30 tahun turun tipis ke 4,837%. Harga obligasi melonjak, mencerminkan ekspektasi pasar akan pelonggaran moneter lebih cepat dari perkiraan.
“Pasar tenaga kerja terlihat rapuh. Jika ini berlanjut, pemangkasan suku bunga hanya tinggal menunggu waktu,” ujar Chris Rupkey, Kepala Ekonom FWDBONDS, seperti dikutip CNBC.
Kejutan lainnya datang dari internal The Fed. Gubernur Adriana Kugler mengundurkan diri tanpa penjelasan, membuka jalan bagi Presiden Donald Trump untuk kembali menunjuk figur pro-suku bunga rendah ke dalam komite penentu suku bunga bank sentral. Dua anggota yang sebelumnya ditunjuk Trump telah menyuarakan ketidaksetujuan terhadap kebijakan suku bunga tinggi dalam FOMC pekan ini.
Dalam perkembangan lain, Trump juga memanfaatkan tenggat waktu tarif “resiprokal” dengan meneken perintah eksekutif Kamis malam. Tarif baru berkisar antara 10% hingga 41% dan akan mulai berlaku pada 7 Agustus. Negara-negara yang gagal mencapai kesepakatan dagang—termasuk Kanada, India, dan Taiwan—akan terdampak langsung.
Baca Juga
Trump Modifikasi Tarif Jelang ‘Deadline’, Barang Transshipment Kena Bea 40%
Saat diwawancarai NBC, Trump menyatakan tetap terbuka untuk negosiasi, namun menegaskan bahwa waktu untuk menghindari tarif “sudah habis.”
Dampak kebijakan Trump dan memburuknya pasar tenaga kerja memberi sinyal bahwa arah kebijakan moneter AS bisa segera berubah, dan pasar kini bersiap menghadapi potensi penurunan suku bunga lebih awal dari perkiraan.

