Simbol Sejarah Baru, Trump Tandatangani RUU Pajak dan Belanja pada Peringatan Hari Kemerdekaan AS
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Donald Trump dijadwalkan menandatangani rancangan undang-undang pemotongan pajak dan pengeluaran besar-besaran dalam upacara Hari Kemerdekaan pada Jumat (4/7/2025), hanya sehari setelah DPR yang dikendalikan Partai Republik meloloskan legislasi kontroversial tersebut dengan selisih suara tipis.
Baca Juga
DPR AS Loloskan RUU 'Megabill' Trump: Utang Membengkak, Jaring Sosial Dipangkas
Undang-undang baru itu nantinya akan mempermanenkan pemotongan pajak 2017, mendanai kebijakan imigrasi garis keras, dan kemungkinan besar membuat jutaan warga kehilangan perlindungan asuransi kesehatan. Kendati dikritik karena berpotensi menambah utang negara sebesar $3,4 triliun, pemerintahan Trump bersikeras kebijakan ini akan memicu pertumbuhan dan memperkuat daya saing ekonomi domestik.
“Kita akan mengenang ini sebagai awal masa keemasan Amerika Serikat,” kata Wakil Presiden JD Vance dalam kunjungannya ke North Dakota., seperti dikutip Reuters. JD Vance memberikan suara penentu di Senat.
Baca Juga
Lewati Negosiasi Alot, RUU ‘Megabill’ Trump Lolos di Senat AS
Upacara penandatanganan akan berlangsung di Gedung Putih pukul 17.00 waktu setempat, disertai atraksi udara dari jet tempur dan pembom siluman yang baru kembali dari misi serangan ke fasilitas nuklir Iran. Perayaan simbolik ini mempertegas ambisi Trump untuk memadukan kekuatan militer dan ekonomi dalam platform politiknya menjelang Pilpres mendatang.
Namun, protes datang dari oposisi. Pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries menyampaikan pidato marathon selama hampir sembilan jam, menuding RUU ini sebagai “hadiah untuk para miliarder” yang membahayakan kesejahteraan warga miskin.

