Sinyal Meredanya Perang Dagang, AS Cabut Pembatasan Ekspor Perangkat Lunak Chip ke China
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Pemerintah Amerika Serikat mencabut larangan ekspor perangkat lunak perancangan chip ke China, sebuah langkah yang menandai pelonggaran signifikan dalam ketegangan teknologi antara dua kekuatan ekonomi dunia. Keputusan tersebut diumumkan pada Kamis (4/7) oleh dua pemain utama industri semikonduktor global, Synopsys dan Cadence.
Baca Juga
AS-China Sepakati Kerangka Dagang Baru, Fokus pada ‘Rare Earth’ dan Teknologi
"Synopsys sedang memulihkan akses terhadap produk-produk yang sebelumnya dibatasi di China," kata perusahaan yang berbasis di California itu dalam pernyataan resminya.
Pernyataan serupa datang dari Cadence, yang mengonfirmasi kepada CNBC bahwa Bureau of Industry and Security (BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS telah membatalkan aturan ekspor tersebut.
“Kami dalam proses memulihkan akses perangkat lunak dan teknologi kami kepada pelanggan terdampak, sesuai hukum ekspor AS,” ujar juru bicara Cadence.
Dari Pengetatan ke Pelonggaran
Pada 23 Mei lalu, AS sempat menyampaikan kepada sejumlah perusahaan perangkat lunak desain chip bahwa mereka harus mengantongi lisensi khusus untuk mengekspor produk—termasuk software dan bahan kimia—ke China. Kebijakan ini sempat mengganggu rantai pasok dan memicu kekhawatiran di pasar semikonduktor global.
Namun kini, dengan dicabutnya aturan tersebut, para pelaku industri kembali melihat peluang besar di pasar Tiongkok yang sangat strategis.
Siemens EDA, anak usaha Siemens Jerman yang juga terdampak larangan sebelumnya, dilaporkan telah mendapat izin untuk melanjutkan aktivitas bisnisnya di China.
Kemajuan Perundingan Dagang
Pencabutan pembatasan ini terjadi di tengah sinyal positif dari Beijing yang menyebut bahwa pembicaraan dagang dengan Washington mengalami kemajuan. Pemerintah China juga telah menyetujui kesepakatan bersyarat untuk melanjutkan ekspor rare earth dan teknologi canggih tertentu ke AS—sebuah langkah yang memperkuat ekspektasi adanya gencatan senjata teknologi.
Baca Juga
AS Batasi Ekspor Chip, China Balas Kritik Trump: Ini Perang Teknologi
Saham Synopsys dan Cadence langsung melonjak dalam perdagangan after-hours di platform Robinhood. Synopsys naik lebih dari 6%, sementara Cadence menguat lebih dari 7%.
Ketiga perusahaan—Synopsys, Cadence, dan Siemens EDA—menguasai pangsa pasar global EDA (Electronic Design Automation) dengan total lebih dari 70% secara global, menurut data TrendForce tahun 2024. Masing-masing mencatat pangsa pasar sebesar 31% (Synopsys), 30% (Cadence), dan 13% (Siemens EDA).
EDA mencakup software, perangkat keras, dan layanan esensial untuk merancang chip dan perangkat semikonduktor modern. Dengan dicabutnya sanksi, ketiga raksasa ini bisa kembali mengakses salah satu pasar terbesar dan paling penting secara strategis: China.

