Pasar Asia Melemah Setelah Pernyataan Powell, Nikkei 225 Anjlok Lebih dari 1%
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id – Pasar saham Asia-Pasifik mengawali perdagangan Rabu (2/7) dengan nada negatif, menyusul reaksi investor terhadap pernyataan terbaru Ketua The Fed Jerome Powell yang menyebut tarif perdagangan sebagai penghalang utama pemangkasan suku bunga.
Baca Juga
Powell Akui Pemangkasan Bunga Fed Tertahan Gara-Gara Tarif Trump
Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 1,32%, penurunan tajam yang mencerminkan kekhawatiran atas kelanjutan kebijakan proteksionis AS. Sementara Topix kehilangan 0,64%, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,42%. Kosdaq relatif stagnan. Di sisi lain, Australia menjadi satu-satunya pasar utama yang menguat, dengan S&P/ASX 200 naik 0,49%.
Komentar Powell yang disampaikan dalam forum di Portugal memperjelas bahwa sikap "wait and see" The Fed sangat dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Trump. Powell menegaskan, tanpa hambatan tarif, The Fed kemungkinan sudah mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong menguat ke 24.170, menunjukkan pembukaan yang sedikit lebih positif setelah penutupan sebelumnya di 24.072,28.
Baca Juga
Wall Street Konsolidasi, tapi Indeks Dow Jones Melejit 400 Poin
Di Wall Street, penutupan Selasa menunjukkan rotasi sektoral masih berlangsung. Dow Jones menguat 0,91% ditopang sektor kesehatan, sementara Nasdaq terkoreksi 0,82% karena pelemahan saham teknologi. S&P 500 turun tipis 0,11%, mempertegas sikap hati-hati investor terhadap arah pasar global di paruh kedua 2025.

