Trump Tiba-Tiba Stop Pembicaraan Dagang dengan Kanada, Ini Gara-garanya
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (28/6/2025) mengumumkan penghentian total semua pembicaraan dagang dengan Kanada sebagai respons atas keputusan Ottawa memberlakukan pajak layanan digital terhadap perusahaan teknologi asal AS.
Baca Juga
Resmi Jadi PM Kanada, Tantangan Berat Mark Carney: Melawan Tarif Trump!
Dalam pernyataan mendadak di Truth Social, Trump menuduh Kanada “meniru Uni Eropa” dengan kebijakan pajak yang menurutnya “sangat keterlaluan”.
“Kami akan memberi tahu Kanada berapa tarif yang harus mereka bayar untuk bisa berbisnis dengan Amerika Serikat dalam tujuh hari ke depan,” tulis Trump.
Dalam pernyataan lengkapnya, Trump menuding Kanada sebagai “negara yang sangat sulit untuk diajak berdagang” dan menyoroti tarif setinggi 400% terhadap produk susu AS yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun. Ia menyebut pajak digital Kanada sebagai “serangan langsung dan terang-terangan terhadap AS”.
Dalam keterangan di Gedung Oval, Trump kembali mengecam kebijakan Ottawa, menyebutnya “kebodohan”, dan menegaskan bahwa “semua negosiasi dengan Kanada dihentikan sekarang juga sampai mereka memperbaiki sikap.”
Kantor Perdana Menteri Kanada Mark Carney belum memberikan komentar.
Langkah Trump ini secara tiba-tiba mengguncang hubungan dagang AS-Kanada, mitra utama yang selama ini menjadi salah satu dari dua mitra dagang terbesar AS secara global. Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS, total perdagangan barang antara kedua negara tahun lalu mencapai sekitar US$762 miliar.
Baca Juga
Tegas! Trump Konfirmasi Pemberlakuan Tarif 25% untuk Kanada dan Meksiko
Pajak layanan digital Kanada, yang disahkan tahun lalu dan berlaku surut sejak 2022, dijadwalkan mulai dipungut pada Senin depan. Pajak ini berlaku bagi perusahaan teknologi lokal dan asing, termasuk raksasa AS seperti Amazon, Google, dan Meta. Meski mendapat penolakan keras dari Washington, pejabat Kanada menyatakan bulan ini bahwa mereka tidak akan menangguhkan kebijakan tersebut.
“Jelas ini tidak adil, apalagi diterapkan secara retroaktif,” ujar Menteri Keuangan AS Scott Bessent di CNBC.
Bessent menyebut pihaknya sempat berharap pemerintah Carney akan menunjukkan iktikad baik dengan menghentikan pelaksanaan pajak tersebut. Kini, perwakilan dagang AS Jamieson Greer diperkirakan akan memulai investigasi praktik dagang tidak adil di bawah Section 301 dari Trade Act 1974 untuk mengukur dampak ekonomi dari pajak Kanada terhadap perusahaan-perusahaan AS.

