Singgung Dunia Unipolar Sudah Berlalu, Pernyataan Prabowo di SPIEF 2025 Jadi 'Headline' Media Turki
ST PETERSBURG, Investortrust.id - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato pada acara ekonomi dunia, Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di ExpoForum Convention and Exhibition Centre, Saint Petersburg, Rusia Jumat (20/06/2025) waktu setempat jadi headline di media Turki.
Dalam acara itu, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa dunia harus berevolusi menuju tatanan multipolar. “Dunia unipolar sudah menjadi masa lalu. Kini sedang muncul sebuah realitas global yang baru,” kata Prabowo dilansir Anadolu.
Dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg ke-28 yang juga dikenal luas sebagai “Davos”-nya Rusia, Prabowo menegaskan bahwa hanya melalui persahabatan dan kerja sama, kemakmuran dapat tercapai. "Indonesia akan senantiasa menempuh jalan netralitas," kata dia.
Baca Juga
Presiden Prabowo tentang Masalah Konflik: Mandela, Panutan Saya
Ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa dunia harus menuju struktur multipolar: “Dunia unipolar sudah berlalu. Kini muncul realitas global yang baru,” kata Prabowo.
Soal kepemimpinan Rusia dan Tiongkok dalam tatanan dunia baru ini, Presiden Prabowo menyatakan banyak negara di global selatan sependapat bahwa Rusia dan Tiongkok tidak pernah menerapkan standar ganda.
“Saya ingin menekankan kepemimpinan Rusia dan Tiongkok selalu berpihak kepada pihak yang tertindas, dan telah berjuang untuk keadilan global. Saya katakan ini dengan tulus.” kata dia.
Subianto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini telah mencapai 5%, dan diperkirakan akan mencapai 7% atau lebih pada akhir tahun. Hal ini, menjadi bukti bahwa Indonesia berada di jalur benar. Ia menekankan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan semua mitra strategis:
“Indonesia ingin menjadi mitra kuat, dapat dipercaya, dan jujur. Kami tidak meminta bantuan atau sumbangan. Kami mencari kemitraan yang nyata dan bermakna untuk bersama-sama mencapai kemakmuran sejati.”
Baca Juga
Prabowo: Indonesia Utamakan Solusi Damai di Penyelesaian Konflik Global
Subianto menyatakan keterbukaan Indonesia terhadap dunia usaha, khususnya mengundang perusahaan-perusahaan Rusia untuk menjadi bagian dari ekonomi Indonesia.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Rusia atas perannya dalam mendorong kemajuan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia. Ia juga menyebut bahwa Indonesia hampir menyelesaikan kesepakatan dengan Uni Eropa (UE) dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Subianto menutup pidato dengan menyatakan keprihatinan atas konflik yang masih berlangsung, terutama di Timur Tengah, serta berharap semua pihak segera mencapai solusi damai.

