Argentina Devaluasi Mata Uang, Dongkrak Suku Bunga ke Level 118%
JAKARTA, investortrust - Bank sentral Argentina mendevaluasi mata uangnya, peso, mendekati 18% dan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 21 poin persentase menjadi 118% pada hari Senin (14/8/2023). Kebijakan itu diambil menyusul kemenangan pemilihan pendahuluan yang mengejutkan oleh libertarian sayap kanan Javier Milei.
Langkah tersebut, seperti dilansir CNBC.com, merupakan upaya Pemerintah untuk menenangkan pasar setelah kemenangan mengejutkan anggota kongres Argentina, yang memberi bagian suara terbesar dalam pemilihan pendahuluan presiden sekitar 30%, jauh melebihi perkiraan.
Pasar bertaruh pada hasil yang menguntungkan untuk kandidat moderat. Pemilihan presiden Argentina akan diadakan pada bulan Oktober.
Saham Argentina dan obligasi dolar negaranya juga jatuh.
Bank sentral mengatakan bahwa peso akan dipertahankan pada 350 terhadap dolar
sampai pemungutan suara Oktober.
Milei, yang dilanda gelombang ketidakpuasan rakyat, telah bersumpah untuk menyingkirkan bank sentral dan mendolarkan ekonomi Argentina. Dia juga menganjurkan pemotongan pengeluaran yang tajam.
Argentina, ekonomi terbesar ketiga di Amerika Latin, telah terperosok dalam krisis ekonomi dan keuangan selama bertahun-tahun. Cadangan devisa negara menyusut dengan cepat dan inflasi diperkirakan mencapai 142,4% pada tahun ini.
Negeri Tango itu berada di ambang resesi keenam dalam satu dekade. Milei adalah pengkritik vokal atas apa yang dia sebut sebagai kelas politik yang korup, dengan mengatakan bahwa para pemimpin negara telah melemparkannya dari satu krisis ke krisis lainnya. Dia yakin mengganti peso dengan dolar dapat menenangkan inflasi, tetapi banyak ekonom memperingatkan hal itu akan memicu kekacauan keuangan.
Pemilu
Argentina akan menggelar pemilihan umum untuk masa jabatan presidensial 2023-2027 pada 22 Oktober mendatang.
Pemilihan pendahuluan dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus. Partai politik dapat mengajukan satu daftar kandidat untuk pemilihan tersebut dan pemungutan suara wajib diikuti oleh warga negara.
Para kandidat dalam pemilihan pendahuluan harus memperoleh setidaknya 1,5 persen dari total suara agar memenuhi syarat untuk maju ke pemilu Oktober.
Pemilu juga akan memilih wakil presiden, 24 senator, 130 anggota Kamar Deputi, dan 43 anggota parlemen Southern Common Market.
Pada Oktober nanti, calon presiden harus memperoleh 45 persen suara, atau 40 persen dengan selisih minimal 10 poin persentase dari urutan kedua untuk memenangkan pemilu.
Jika diperlukan, pemilu putaran kedua antara dua peraih suara terbanyak akan diadakan pada 19 November, di mana mayoritas akan menentukan pemenangnya.
Menurut Konstitusi negara Amerika Selatan itu, presiden petahana Alberto Fernandez diizinkan mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kedua.

