Wall Street Ambruk Setelah Komentar Powell, Dow Jones Anjlok 300 Poin Lebih
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) melemah pada hari Rabu waktu AS atau Kamis (01/02/2024), setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunga pada bulan Maret.
Baca Juga
Indeks Dow Jones anjlok 317.01 poin, atau 0.82% menjadi 38,150.30. S&P 500 turun 1,61% menjadi 4.845,65.
Komposit Nasdaq kehilangan 2,23% untuk menyelesaikan sesi pada 15.164,01.
Sesi hari Rabu sangat buruk bagi rata-rata saham utama. Ini merupakan kinerja terburuk Dow sejak Desember. Bagi S&P 500, ini adalah hari terburuk sejak September, dan sejak Oktober bagi Nasdaq.
“Saya kira komite tersebut tidak akan mencapai tingkat kepercayaan pada saat pertemuan bulan Maret untuk mengidentifikasi bahwa bulan Maret adalah waktu yang tepat untuk melakukan hal tersebut,” kata Powell kepada wartawan pada hari Rabu, seperti dikutip CNBC. Rata-rata indeks utama mencapai posisi terendah tak lama setelah komentar tersebut.
Pasar mencermati pengumuman The Fed untuk mencari tanda-tanda kapan bank sentral akan mulai menurunkan suku bunganya. Powell nampaknya tidak menanggapi ekspektasi pasar mengenai penurunan suku bunga di bulan Maret, dan mencatat bahwa data inflasi lebih lanjut yang menggembirakan diperlukan.
Namun, bank sentral melakukan sesuatu yang diinginkan para trader yaitu menghapus bagian dari pernyataan yang mengisyaratkan bank sentral masih memiliki bias pengetatan. The Fed menghapus frasa yang merujuk pada “penguatan kebijakan tambahan.”
“Kami percaya bahwa suku bunga kebijakan kami kemungkinan akan berada pada titik puncaknya dalam siklus pengetatan ini dan jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diperkirakan, maka akan tepat untuk mulai mengurangi pembatasan kebijakan, pada suatu saat di tahun ini,” tambah Powell.
Imbal hasil Treasury naik-turun, dengan imbal hasil acuan 10-tahun terakhir diperdagangkan sekitar 3,9%.
Saham Alfabet turun lebih dari 7% untuk hari terburuk sejak 25 Oktober karena pendapatan iklan yang mengecewakan menutupi pendapatan dan penjualan yang lebih baik dari perkiraan. Saham di perusahaan teknologi sejenis Microsoft dan AMD tergelincir hampir 3% masing-masing karena panduan ke depan yang lebih rendah dari perkiraan setelah membukukan hasil kuartalan.
Saham Boeing naik lebih dari 5% menyusul hasil kuartalan yang mengalahkan perkiraan analis pada bagian atas dan bawah. Perusahaan baru-baru ini dilanda permasalahan yang terkait dengan pesawat 737 Max 9 yang mendorong Boeing untuk fokus pada keselamatan di masa depan, kata CEO Boeing Dave Calhoun.
Penurunan pada hari Rabu menggerogoti kenaikan bulanan pasar, namun ketiga indek utama tersebut mengakhiri bulan Januari dengan catatan positif. S&P 500 bertambah 1,6%, sedangkan Dow menguat 1,2%. Nasdaq naik 1%.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Jatuh di Bawah 4% Setelah Keputusan The Fed

