India Ajak Indonesia Kolaborasi Strategis di Pertahanan Lewat Produksi Bersama
TANGERANG SELATAN, Investotrust.id -- Atase Pertahanan Kedutaan Besar India, Kapten Shiv Kumar, memaparkan peluang kolaborasi strategis dengan Indonesia di bidang pertahanan. Kumar menekankan Indonesia dan India memiliki kesamaan sejarah, visi pembangunan, serta tantangan yang dihadapi dalam membangun industri pertahanan nasional yang mandiri dan berdaya saing global.
“India dan Indonesia memiliki jalur sejarah yang serupa. Kami sama-sama merdeka di pertengahan abad ke-20, dan kini berambisi menjadi negara maju pada 100 tahun kemerdekaan. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas kawasan menjadi keharusan, dan industri pertahanan adalah kunci pendukungnya,” kata Shiv Kumar, dalam temu bisnis industri strategis pertahanan berbasis riset dan inovasi di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Tangerang Selatan, Banten, Senin (21/4/2025). .
Ia menjelaskan bahwa transformasi industri pertahanan India tidak terjadi secara instan, tetapi merupakan hasil dari konsolidasi kebijakan, investasi di bidang riset dan pengembangan (R&D), pembukaan akses bagi sektor swasta dan startup, serta integrasi erat antara lembaga penelitian, industri, dan pengguna akhir seperti angkatan bersenjata.
Kumar menyebut India kini memiliki 16 BUMN pertahanan, lebih dari 15.000 perusahaan swasta di sektor pertahanan, 52 laboratorium R&D (DRDO), serta ratusan proyek alih teknologi yang sudah berhasil diadopsi. Produk-produk unggulan seperti pesawat tempur Su-30, kapal selam Scorpene, rudal BrahMos, dan berbagai sistem senjata kini diproduksi di dalam negeri.
Baca Juga
Terkait kerja sama dengan Indonesia, Kumar menyampaikan bahwa India telah menawarkan berbagai varian sistem rudal BrahMos kepada Indonesia. “Indonesia adalah negara pertama yang kami tawarkan semua varian BrahMos. Ini menegaskan kepercayaan dan kesamaan strategis antara kedua negara,” ujarnya.
Kumar mengakui bahwa tantangan dalam kerja sama dapat berasal dari aspek harga dan pengelolaan siklus hidup produk. Namun ia menekankan bahwa teknologi yang ditawarkan India bersifat terbuka, bebas dari pembatasan, dan siap untuk dikembangkan bersama, termasuk alih teknologi secara menyeluruh.
“Kami tidak hanya menawarkan produk, tapi juga solusi yang dapat dikembangkan dan diproduksi bersama, dengan potensi ekspor ke negara mitra lainnya. Kami ingin tumbuh bersama Indonesia, karena kami yakin bahwa kondisi, sumber daya, dan potensi kita sangat serupa,” ungkapnnya.
India juga mendorong kerja sama R&D bersama, produksi bersama antara industri strategis, serta pemberdayaan UKM dan startup pertahanan di kedua negara. Dengan pendekatan ini, diharapkan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India dapat tumbuh menjadi kemitraan jangka panjang yang berkontribusi bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik. (C-14)

