Pasar Smartphone Global Tumbuh 1,5% di Q1 2025, Samsung Isi Posisi Puncak
JAKARTA, investortruts.id - Pasar smartphone global mencatat pertumbuhan sebesar 1,5% secara tahunan (YoY) pada kuartal pertama 2025, dengan total pengiriman mencapai 304,9 juta unit. Samsung menjadi model paling laris pada periode ini berkat kehadiran Galaxy A Series yang menawarkan fitur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan harga terjangkau.
International Data Corporation (IDC) melalui laporan Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker mengungkapkan, Apple mencatat kuartal pertama terbaiknya secara global, meski performanya di China menurun karena model Pro-nya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi di Negeri Tirai Bambu.
Di posisi ketiga, Xiaomi menunjukkan pertumbuhan kuat berkat dukungan pasar domestik, sementara OPPO kembali ke posisi keempat meskipun pengirimannya menurun di pasar internasional. Vivo mencatat kenaikan sebesar 6,3% YoY, didorong oleh performa di segmen low-end dan penjualan seri V di luar negeri.
Meskipun peningkatan ini terlihat positif, IDC menekankan bahwa sebagian besar pertumbuhan disebabkan oleh strategi produsen dalam menghadapi ketidakpastian perdagangan internasional. Salah satu faktor utama di balik lonjakan pengiriman adalah kekhawatiran terhadap kebijakan tarif dari pemerintah AS terhadap produk-produk impor dari China, termasuk smartphone.
Baca Juga
Ramaikan Pasar 'Smartphone' Indonesia, Huawei Masih Fokus Kelas Atas?
Vice President of Client Devices di IDC, Francisco Jeronimo, menjelaskan bahwa langkah para vendor tersebut adalah bentuk respons terhadap ketidakpastian geopolitik yang meningkat. Hal ini menyebabkan angka pengiriman tampak lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan konsumen yang sebenarnya.
“Banyak produsen menarik pengiriman lebih awal ke kuartal pertama, khususnya untuk pasar Amerika Serikat,” katanya dikutip Senin (21/4/2025).
Menariknya, di tengah ancaman tarif dan kondisi ekonomi yang menantang, pasar smartphone di AS justru tumbuh lebih dari 5% pada kuartal pertama 2025. Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh minat tinggi konsumen terhadap model-model terbaru, serta kekhawatiran akan kenaikan harga di masa depan.
Sementara itu, pertumbuhan penjualan smartphone di China justru didorong oleh program subsidi pemerintah yang diperpanjang sejak Januari 2025. Program ini mencakup perangkat dengan harga di bawah Rp 14 jutaan, yang merupakan segmen utama bagi brand-brand lokal seperti Xiaomi, OPPO, dan vivo. Subsidi ini berhasil mendorong konsumsi domestik di tengah perlambatan ekonomi. (C-13)

