Anggota Parlemen Jepang Tatsuo Fukuda Sebut Prabowo Ingin Hapus Kemiskinan
TOKYO, Investortrust.id – Anggota parlemen Jepang dari Partai Liberal Democratic Party (LDP) Tatsuo Fukuda menyebut Presiden Prabowo Subianto sejak awal memiliki keinginan untuk bisa menghapuskan kemiskinan di Indonesia.
Hal ini disampaikan Fukuda saat menerima Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang, yang juga politisi Partai Nasdem Rachmat Gobel serta para pemimpin media massa nasional di kantor LDP di Tokyo, Jepang, Jumat (18/4/2025). Fukuda menyebut, ketika Prabowo saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan pernah bertemu ayah Fukuda, yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda.
“Saat belum menjadi presiden, Menteri Pertahanan Prabowo (saat itu) berada di Jepang, dan kami sempat berjumpa sebentar, bersama ayah saya (Yasuo Fukuda). Dan hal pertama yang dia katakan di depan kami adalah, persoalan (di negara) saya adalah kemiskinan (poverty). Ia ingin menghilangkan kemiskinan,” kata Fukuda mengenang perjumpaan singkatnya dengan Presiden Prabowo saat masih menjabat sebagai Menhan.
Dikatakan Fukuda, sejatinya Presiden Prabowo bisa belajar dari Jepang untuk mencapai tujuannya mengentaskan kemiskinan. Khususnya pada apa yang dilakukan Jepang pada era tahun 1970-1990 an.
“Saya pikir Presiden Prabowo harus belajar bagaimana Jepang melakukan itu, dari tahun 1970-1990. Karena ada sejumlah kondisi, seperti yang saya jelaskan, kita memiliki pengalaman yang sama,” ujar Fukuda.
Baca Juga
Anggota Parlemen Jepang dari LDP Sarankan Indonesia Terus Perkuat UMKM
Sekadar informasi, pada era yang disebut Fukuda, Jepang aktif menggeber industrialisasi di segala sektor, utamanya di sektor elektronik dan otomotif. Hasilnya kini sejumlah manufaktur otomotif asal Jepang telah berhasil mendunia.
Di sisi lain, disampaikan Fukuda, Jepang aktif meningkatkan taraf hidup masyarakatnya dengan menerapkan sistem jaminan sosial secara penuh, lalu ikut mendorong berkembangnya usaha menengah, kecil dan mikro (UKMM).
Fukuda mengingatkan pentingnya peran usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) yang bisa memperkuat perekonomian suatu negara. Disampaikan Fukuda, sejatinya Jepang sebagai salah satu negara maju juga awalnya diperkuat oleh industri skala kecil.
“Jadi di jepang sendiri 80% itu penggerak ekonominya adalah small medium enterprises (UMKM). Jadi sistemnya itu adalah, bagaimana perkembangan pertumbuhan (ekonomi) ini didukung oleh UMKM yang berasal dari rakyat,” ujar putera dari mantan Perdana Menteri Jepang era 2007-2008, Yasuo Fukuda ini.
Berikutnya ia menyarankan agar pemerintah Indonesia memberikan perhatian penunh pada masyarakat berpendapatan rendah. “Di akhir tahun 90-an, kemampuan itu yang menurut saya bisa membantu ekonomi kita. Jadi saya berharap, kita bisa bicara tentang masyarakat yang ingin kita bentuk di negara kita, terutama untuk masyarakat berpendapatan rendah,” tuturnya.

