Anggota Parlemen Jepang dari LDP Sarankan Indonesia Terus Perkuat UMKM
TOKYO, Investortrust.id – Anggota parlemen Jepang dari Partai Liberal Democratic Party (LDP) Tatsuo Fukuda mengingatkan pentingnya peran usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) yang bisa memperkuat perekonomian suatu negara. Disampaikan Fukuda, sejatinya Jepang sebagai salah satu negara maju juga ikut diperkuat oleh industri skala kecil.
“Jadi di Jepang sendiri 80% itu penggerak ekonominya adalah small medium enterprises (UMKM). Jadi sistemnya itu adalah, bagaimana perkembangan pertumbuhan (ekonomi) ini didukung oleh UMKM yang berasal dari rakyat,” ujar putera dari mantan Perdana Menteri Jepang era 2007-2008, Yasuo Fukuda ini saat menerima Rachmat Gobel, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem dan para pimpinan media massa Indonesia di kantor LDP, Jumat (18/04/2025). Perbincangan menjadi mengalir dengan hadirnya Heru santoso, Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia - Jepang, yang telah bertindak sebagai penterjemah bagi para pimpinan media massa.
Ia pun menyarankan agar pemerintah Indonesia juga terus memperkuat industri skala mikro. “Jadi salah satu yang perlu diperkuat adalah, bagaimana bisa memperkuat SME Indonesia. Jadi disitulah kami bisa berkontribusi,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut ia menyebut peran Matsushita Gobel Foundation sebagai sebuah lembaga yang ikut berperan membangun ekosistem industri skala kecil di Indonesia. Sekadar informasi, Matsushita Gobel Foundation atau Yayasan Matsushita Gobel (YMG) merupakan lembaga yang didirikan pada tahun 1979 sebagai implementasi keinginan almarhum H Mohammad Gobel dan Konosuke Matsushita untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. H Mohammad Gobel adalah ayah dari anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rachmat Gobel.
Baca Juga
Hingga Desember 2024 lembaga ini telah berhasil memberikan pelatihan pada lebih dari 71.655 individu baik dari sisi teknikal, pelatihan manufaktur, manajemen, on-the-job training disiplin dan etika kerja, serta bahasa asing. Peserta adalah pekerja pabrik, manajemen perusahan, dan pengusaha golongan ekonomi lemah yang berskala kecil maupun menengah.
Dengan UMKM yang terus berkembang, maka diharapkan sektor usaha cekak modal ini akan mampu ikut berkontribusi pada peningkatan pendapatan negara. Apalagi Indonesia, kata Fukuda, diuntungkan dengan jumlah populasi yang besar, yang mampu menjamin ketersediaan sumber daya manusia untuk pengembangan industri.
“Salah satu yang merupakan kendala kami, kami tidak bisa menarik defisa, karena kekurangan tenaga kerja. Karena marketnya kecil. Kalau di Indonesia, manusianya banyak. Kemudian marketnya juga besar,” ujarnya.

