Blinken Serukan perlindungan Warga Sipil di Gaza
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken menyerukan perlindungan bagi warga sipil di Jalur Gaza dan Israel, dalam kesempatan diplomasinya di seluruh Timur Tengah untuk mencegah meluasnya perang Israel-Hamas.
Pernyataan ini disampaikan Blinken di tengah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, di Riyadh Sabtu (14/10/2023) waktu setempat atau Minggu (15/10/2023) waktu Indonesia, sebelum singgah di Uni Emirat Arab untuk mencari cara membantu warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran, serta mengatasi krisis kemanusiaan yang semakin meningkat.
Dia juga menelepon rekan sejawatnya di China, berbarengan dengan langkah pengungsian warga Palestina dari Gaza yang menjadi sasaran militer Israel. Israel sebelumnya memberikan ultimatum bagi warga Palestina di Gaza untuk mengungsi ke Selatan sebelum militer Israel melakukan serangan.
Baca Juga
Upayanya mencerminkan keprihatinan internasional tentang jumlah warga sipil yang berisiko dan terdampak dari perang berkepanjangan.
Pemerintahan Biden, mulai dari Presiden Joe Biden hingga menteri pertahanan dan diplomat teratasnya selama kunjungan mereka ke Timur Tengah akhir-akhir ini, belum secara terbuka mendesak Israel untuk menahan diri sejak serangan Hamas pekan lalu. Namun demikian pemerintah AS menekankan komitmennya untuk mengikuti aturan perang.
Dalam pertemuan dengan pemimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Blinken menyoroti perlunya bantuan kemanusiaan dan jalan aman bagi mereka yang ingin meninggalkan Gaza.
Baca Juga
Serangan darat Israel akan memperburuk nasib warga sipil di Gaza yang tidak memiliki listrik, air bersih, atau akses ke bantuan. Pejabat Mesir mengatakan bahwa perbatasan selatan Rafah akan dibuka Sabtu untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, yang memungkinkan warga asing keluar dari Gaza.
Israel telah menyarankan semua warga Palestina untuk melarikan diri ke selatan untuk menghindari serangan berkelanjutan Israel terhadap militan Hamas di Kota Gaza.
Blinken dilaporkan menelepon Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, meminta bantuan China untuk mencegah perang meluas. Blinken meminta Beijing untuk menggunakan pengaruhnya di Timur Tengah.
Namun juru bicara Blinken menolak untuk menggambarkan tanggapan Wang, dan mengatakan bahwa AS percaya bahwa China memiliki kepentingan bersama dalam stabilitas kawasan tersebut.
Di Riyadh, Blinken dan Pangeran Faisal menekankan pentingnya meminimalkan kerusakan terhadap warga sipil saat Israel bersiap untuk serangan.
“Saat Israel mengejar haknya yang sah untuk melindungi rakyatnya dan berusaha untuk memastikan agar hal ini tidak terjadi lagi, sangat penting bagi kita semua untuk menjaga warga sipil, dan kita bekerja sama untuk melakukannya," kata Blinken dilansir AP yang dikutip PBS.org.
