Pasar Asia Pasifik Bangkit, Nikkei Melonjak di Atas 6%
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik dibuka menguat pada Selasa (8/4/2925), bangkit dari kerugian sehari sebelumnya. Pasar saham global bergejolak akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump dan ancaman tarif yang lebih tinggi terhadap China.
Baca Juga
Bursa Asia Longsor, Hang Seng Anjlok 10% dan CSI Tiongkok Hilang 4,8%
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,18% pada saat pembukaan.
Nikkei 225 Jepang melonjak 5,34% sementara Topix naik 5,53%. Kospi Korea Selatan naik 2,26% sementara Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil naik 2,35%.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 2,25%, sementara Indeks Teknologi Hang Seng melonjak 4,17%. Pasar saham Hong Kong memimpin penurunan di kawasan pada hari Senin, dengan Indeks Hang Seng anjlok lebih dari 13% mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 1997, menurut data dari FactSet.
CSI China daratan naik tipis 0,24%.
Namun, di tengah kebangkitan pasar Asia, bursa Indonesia yang baru dibuka kembali setelah libur panjang, malah jeblok. Indeks Harga Saham Jakarta (IHSG) anjlok lebih dari 9%, yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Ancaman Trump
Trump pada hari Senin mengancam akan mengenakan tambahan tarif sebesar 50% terhadap China jika Beijing tidak mencabut tarifnya atas impor dari AS.
Trump tetap pada strategi tarif global agresifnya, dengan tarif sepihak awal sebesar 10% mulai berlaku pada hari Sabtu. Wall Street sebelumnya berharap ada tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi antara AS dan negara-negara lain, dengan tarif ‘resiprokal’ yang dijadwalkan mulai berlaku pada 9 April.
Baca Juga
“Ekuitas Asia mengalami keruntuhan terburuk dalam beberapa tahun, merosot ke level terendah multi-tahunan dalam satu hari yang diwarnai kepanikan dan ketidakpastian,” kata Murthy Grandhi, analis profil perusahaan di perusahaan data dan analitik GlobalData, seperti dikutip CNBC.
“Ketakutan perang dagang yang kembali mencuat telah memicu kembali kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global, menghancurkan kepercayaan investor yang sudah rapuh,” jelasnya. Arah pasar ke depan, menurut dia, bergantung pada kejelasan kebijakan dan keterlibatan diplomatik.
Futures saham AS naik setelah S&P 500 memperpanjang penurunan selama tiga hari berturut-turut menyusul pengumuman tarif dari Trump. Futures yang terkait dengan S&P 500 naik sekitar 1%, sementara futures Nasdaq-100 menguat 1,1%. Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average melonjak 476 poin, atau 1,2%.
Baca Juga
Wall Street Masih Terguncang Tarif Trump, Dow Jones Anjlok Lebih dari 300 Poin
Pada perdagangan Senin di AS, Wall Street masih tertekan. Dow Jones Industrial Average turun untuk hari ketiga menyusul peluncuran tarif oleh Presiden Donald Trump, turun 0,91% dan ditutup di 37.965,60. Nasdaq Composite naik tipis 0,10% menjadi 15.603,26. S&P 500 melemah 0,23% dan berakhir di 5.062,25.

