Erdogan Tuduh Oposisi Ingin Hancurkan Ekonomi Turkiye
ISTANBUL, Investortrust.id - Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan menuduh kelompok oposisi telah "merusak ekonomi" Turkiye di tengah aksi protes yang diklaim pengamat merupakan aksi demonstrasi terbesar di Turkiye dalam lebih dari satu dekade setelah penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem İmamoğlu.
Pernyataan Recep Tayyip Erdoğan ini muncul setelah Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi dengan İmamoğlu sebagai tokohnya, menyerukan boikot terhadap perusahaan-perusahaan yang dianggap mendukung pemerintah.
Erdoğan mengatakan bahwa oposisi "sangat putus asa hingga rela menghancurkan negara dan bangsa."
Dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) yang berkuasa, Erdoğan menambahkan bahwa "sabotase terhadap ekonomi Turki akan dipertanggungjawabkan di pengadilan."
Baca Juga
Turkiye Penjarakan Saingan Utama Erdogan, Picu Kemarahan Oposisi
Sebagaimana diberitakan, pengadilan memerintahkan agar İmamoğlu dipenjara pada hari Minggu, meskipun tanggal persidangan belum diumumkan. Banyak yang melihat kasus ini sebagai upaya bermotif politik, tetapi pemerintah bersikeras bahwa peradilan bebas dari pengaruh politik.
Bukti terhadap İmamoğlu belum diumumkan secara resmi. Banyak media Turki melaporkan bahwa kasus ini sebagian besar didasarkan pada kesaksian "saksi rahasia."
Penggunaan kesaksian semacam itu sebelumnya telah terjadi dalam kasus pidana terhadap politisi oposisi lainnya.
Ketua Partai oposisi Iyi, Musavat Dervişoğlu, mempertanyakan kurangnya bukti publik terkait tuduhan korupsi tersebut.
Baca Juga
Indonesia-Turkiye Sepakat Bentuk Komite Bersama Bidang Industri, 14 Sektor Ini Diusulkan
"Puluhan inspektur telah datang, 1.300 pemeriksaan telah dilakukan, tetapi tidak ada satu pun temuan dari pemeriksaan tersebut," katanya kepada anggota partainya. Anggota dewan kota Istanbul pada hari Rabu memilih wali kota sementara untuk menggantikan İmamoğlu, dengan anggota partai CHP memilih Nuri Aslan yang saat ini menjabat sebagai wakil İmamoğlu.
Meskipun CHP menyatakan tidak akan lagi mengadakan aksi massa di Balai Kota, para mahasiswa di seluruh Turki terus melakukan protes.
Demonstrasi di Istanbul, Ankara, dan Izmir, serta di kota-kota kecil lainnya, sebagian besar berlangsung damai dengan tuntutan agar İmamoğlu dibebaskan dan penghentian kemunduran demokrasi.
Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya mengatakan bahwa 1.418 orang telah ditahan dalam sepekan terakhir terkait aksi protes tersebut.
Egitim-Sen, serikat pekerja yang mewakili guru dan dosen universitas, mengatakan bahwa perwakilan mereka di Universitas Istanbul telah ditahan. Kelompok mahasiswa kiri juga melaporkan bahwa beberapa anggota mereka ditangkap di rumah mereka.

