Ekonomi AS Menuju Resesi, Apa yang Akan Dilakukan Trump?
JAKARTA, investortrust.id - Ekonomi AS sering dianalogikan dengan kapal pesiar. Perlu waktu yang lama dan tenaga yang besar untuk mengubah arahnya.
Banyak ekonom melihat ekonomi AS yang kuat, memproyeksikan pertumbuhan cepat, pengangguran rendah, inflasi menurun, dan apresiasi pasar saham yang sehat akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, dampak Presiden Donald Trump terhadap ekonomi sejauh ini lebih menyerupai kapal yang menembakkan torpedo ke dirinya sendiri dibandingkan sekadar mengubah arah kemudi.
Baca Juga
Tarif Trump Hambat Pertumbuhan, OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi AS dan Global
Dalam laporannya, Time menilai pembalikan data ekonomi sejak Trump mengambil alih pemerintahan, sangat cepat, dan buruk. Pasar saham terjun bebas. Suku bunga juga turun, tetapi karena alasan yang tidak diinginkan: investor berasumsi Federal Reserve akan segera turun tangan untuk mencoba menyelamatkan ekonomi yang jatuh dengan pemotongan suku bunga di masa depan.
Klaim asuransi pengangguran untuk pekerja federal telah meningkat secara nyata, bahkan sebelum PHK besar-besaran oleh Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) tercatat sepenuhnya.
Tentu saja, data ekonomi dilaporkan secara retrospektif, tinjauan masa lalu. Namun "nowcasts," prediksi jangka pendek yang memungkinkan untuk memperkirakan keadaan ekonomi saat ini dan masa depan, menunjukkan bahwa pertumbuhan PDB untuk kuartal pertama 2025 sedang runtuh, dengan beberapa proyeksi menunjukkan kontraksi ekonomi yang nyata.
Resesi sering kali didefinisikan sebagai dua kuartal berturut-turut dengan kontraksi ekonomi. Selain itu, ukuran ketidakpastian kebijakan ekonomi menyaingi, atau bahkan melebihi, yang terjadi selama fase terburuk pandemi Covid-19.
Banyak komentar mengenai pembalikan ekonomi yang mengejutkan ini berfokus pada proposal tarif Trump. Memang benar bahwa kebijakan perdagangan Trump melibatkan perubahan kacau yang mengancam kestabilan ekonomi AS. Namun, hanya berfokus pada kebijakan tarifnya mengabaikan kebijakan lain yang sama merusaknya. Sebaliknya, perubahan kebijakan tarif yang mencolok ini sebagian besar telah membuat orang menyadari bahwa ide-ide ekonomi keliru yang dikampanyekan Trump benar-benar bisa terjadi.
Baca Juga
Wall Street Bergolak Dipicu Ketidakpastian Tarif Trump, Dow Terjun Lebih dari 450 Poin
Trump juga mendorong deportasi massal yang, jika terjadi dalam skala besar, akan menjadi pukulan bagi sisi penawaran ekonomi AS, menghilangkan tenaga kerja yang sangat dibutuhkan oleh banyak bisnis AS. Deportasi massal akan menyebabkan lonjakan harga makanan dan konstruksi.
Baca Juga
15 Poin Utama Pidato Pelantikan Trump yang Tegaskan Ambisi America First
Singkatnya, pemerintahan Trump telah memulai jalur ‘de-growth’ yang disengaja bagi ekonomi AS. Masih ada waktu untuk menghindari periode kesulitan ekonomi yang sangat merusak, tetapi harus segera dilakukan.

