Pengacara Sebut Duterte ‘Diculik’ dan Terlalu Sakit untuk Bersaksi di ICC
DEN HAAG, Investortrust.id - Rodrigo Duterte, mantan Presiden Filipina, tiba di Belanda dengan penerbangan dari Manila pada hari Rabu setelah ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Dalam persidangan, ia terdengar lemah saat berbicara melalui tautan video dari unit tahanan, kendati hanya untuk mengonfirmasi nama dan tanggal lahirnya untuk pengadilan.
Pengacara Duterte, Salvador Medialdea mengatakan bahwa Duterte terlalu sakit untuk berbicara lebih lanjut. Ia juga mengeklaim bahwa penangkapan dan pemindahan kliennya ke Belanda adalah "penculikan murni dan sederhana," serta menyebut Duterte menderita masalah kesehatan yang "melemahkan."
Putri Duterte, Sara Duterte, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, menyaksikan jalannya persidangan dari galeri publik.
Hakim ketua, Iulia Antoanella Motoc, menanggapi dengan menyatakan bahwa dokter pengadilan yang memeriksa Duterte setelah kedatangannya menyimpulkan bahwa ia "sepenuhnya sadar secara mental dan dalam kondisi sehat."
Iulia menambahkan bahwa Duterte dan tim kuasa hukumnya dapat mengajukan keberatan terkait pemindahannya ke pengadilan serta kondisi kesehatannya pada tahap selanjutnya dalam persidangan.
Baca Juga
Atas Permintaan ICC, Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap di Manila
Jaksa menuduh mantan presiden berusia 79 tahun itu telah melakukan serangan sistematis terhadap penduduk sipil selama masa jabatannya.
Ribuan orang yang diduga sebagai pengedar dan pengguna narkoba tewas dalam operasi penumpasan, di mana regu pembunuh yang diduga dibentuk dan dipersenjatai oleh Duterte melakukan eksekusi di luar proses hukum secara luas.
"Bagi kami, para korban perang terhadap narkoba, ini adalah langkah pertama menuju keadilan," kata Gilbert Andres, pengacara yang mewakili keluarga korban pembunuhan terkait narkoba di Filipina, di luar pengadilan seperti dikutip Reuters, Sabtu (15/3/2025).
Duterte tiba di Bandara Rotterdam dengan pesawat sewaan pada hari Rabu dan dipindahkan ke unit tahanan di pesisir Belanda, tidak jauh dari gedung ICC. Dalam sebuah pesan video di media sosial, ia mengambil tanggung jawab atas tindakannya. Selama sidang awal, hakim merangkum tuduhan terhadap Duterte, tetapi ia belum diminta untuk menyatakan pembelaannya.
Duterte, yang menjabat sebagai Presiden Filipina dari 2016 hingga 2022, akan menjadi mantan kepala negara Asia pertama yang diadili di ICC. Pengadilan ini didirikan lebih dari dua dekade lalu sebagai lembaga peradilan terakhir untuk menuntut individu atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, agresi, dan genosida.
Baca Juga
Presiden Filipina Klaim Penangkapan Duterte Sesuai Prosedur Hukum
Duterte sebelumnya mengatakan bahwa ia menderita berbagai penyakit, termasuk gangguan neuromuskular kronis, masalah punggung, migrain, serta kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Penyerahan diri Duterte ke pengadilan menandai kemenangan besar bagi Jaksa Kepala ICC, Karim Khan, yang saat ini menghadapi sanksi dari AS atas surat perintah penangkapan yang ia keluarkan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Di akhir persidangan, hakim menetapkan sidang konfirmasi dakwaan akan dimulai pada 23 September. Pada tahap ini, jaksa akan menyajikan sebagian bukti mereka, dan hakim akan memutuskan dakwaan mana yang akan dimasukkan dalam tuntutan. Sidang pengadilan sendiri diperkirakan baru akan dimulai pada awal tahun 2026.

