Yield USTreasury Naik seiring Meningkatnya Ekspektasi Inflasi
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi Treasury AS naik pada Jumat (14/03/2025) ketika investor mencerna data sentimen konsumen terbaru. Survei itu menunjukkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi.
Baca Juga
Survei Michigan: Sentimen Konsumen AS Maret Merosot ke Level Terendah sejak 2022
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik 4 basis poin menjadi 4,318%. Sedangkan, imbal hasil Treasury 2 tahun naik 7 basis poin menjadi 4,023%.
Survei dari Universitas Michigan menunjukkan bahwa sentimen konsumen turun pada bulan Maret ke angka 57,9, jauh di bawah estimasi konsensus Dow Jones sebesar 63,2. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa konsumen memperkirakan inflasi sebesar 4,9% dalam setahun ke depan, naik dari 4,3% bulan lalu.
"Meskipun kondisi ekonomi saat ini hampir tidak berubah, ekspektasi untuk masa depan memburuk di berbagai aspek ekonomi, termasuk keuangan pribadi, pasar tenaga kerja, inflasi, kondisi bisnis, dan pasar saham. Banyak konsumen yang menyebutkan tingginya ketidakpastian terkait kebijakan dan faktor ekonomi lainnya. Perubahan kebijakan ekonomi yang sering terjadi membuat sulit bagi konsumen untuk merencanakan masa depan, terlepas dari preferensi kebijakan mereka," tulis Joanne Hsu, direktur Survei Konsumen, seperti dikutip CNBC.
Andrew Brenner dari NatAlliance menyebutkan dalam catatannya kepada klien bahwa laporan ini "tidak bisa lebih stagflasioner." Angka inflasi ini, menurut dia, akan menimbulkan ketakutan dan mempengaruhi pertemuan The Fed minggu depan.
Baca Juga
Di Tengah Ketidakpastian, The Fed Terjebak dalam Posisi ‘Netral’
Federal Reserve dijadwalkan bertemu minggu depan. Meski demikian, para pedagang sebagian besar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini, menurut alat pemantauan FedWatch dari CME Group.

