Pasar Eropa Menguat, Saham Heineken Melonjak 14%
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa ditutup sedikit lebih tinggi pada Rabu (12/02/2025), sementara pasar global mencermati data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan.
Baca Juga
Trump Terapkan Tarif 25% Baja dan Aluminium, Saham Eropa Masih Terus Menguat
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,11%, setelah sempat turun ke zona merah tak lama setelah rilis data inflasi. Dolar AS juga kehilangan sebagian keuntungannya, diperdagangkan sedikit lebih rendah terhadap euro.
Indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,5% pada Januari, sehingga tingkat inflasi tahunan mencapai 3%, melampaui perkiraan Dow Jones sebesar 2,9%. CPI inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, juga lebih tinggi dari yang diproyeksikan.
Baca Juga
Saham AS dibuka lebih rendah setelah rilis data inflasi. Para trader tetap waspada setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Komite Perbankan Senat bahwa para pembuat kebijakan tidak terburu-buru untuk melakukan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Pada Rabu, Powell mengatakan kepada Komite Jasa Keuangan DPR bahwa bank sentral akan membuat keputusan berdasarkan kondisi ekonomi, bukan politik, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa suku bunga "harus diturunkan."
Di pasar Eropa, saham Heineken melonjak 14% setelah perusahaan bir asal Belanda itu melaporkan kenaikan laba operasional yang melampaui perkiraan dan meluncurkan program pembelian kembali saham senilai 1,5 miliar euro ($1,55 miliar).
Hasil positif ini mendorong kenaikan saham produsen minuman lainnya, dengan AB InBev asal Belgia naik 2,85% dan Carlsberg asal Denmark melonjak 9,6%.

