The Fed Khawatir Inflasi, Ini yang Terjadi di Pasar Obligasi
NEW YORK, investortrust.id – Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga mengguncang pasar saham. Namun, reaksinya berbeda dengan di pasar obligasi.
Baca Juga
Menanti Keputusan Suku Bunga Fed, Yield USTreasury Bergerak Naik
Dikutip dari CNBC, meski sempat naik, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun tidak mengalami banyak perubahan pada Rabu (29/01/2025) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada kisaran 4,25% hingga 4,50% dalam keputusan suku bunga pertamanya untuk tahun 2025.
Imbal hasil obligasi 10 tahun naik sesaat setelah keputusan The Fed diumumkan sebelum kembali ke level semula, terakhir berada di 4,551%. Sementara itu, imbal hasil obligasi 2 tahun naik 2 basis poin menjadi 4,226%.
Dalam pernyataannya, komite pembuat kebijakan The Fed mencatat bahwa “inflasi tetap agak tinggi.” Pernyataan itu juga menambahkan, “Tingkat pengangguran telah stabil pada level rendah dalam beberapa bulan terakhir, dan kondisi pasar tenaga kerja tetap solid.”
Para pelaku pasar secara luas telah memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini menjelang pertemuan tersebut.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia akan “menuntut agar suku bunga segera diturunkan” dalam pidatonya pekan lalu di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Baca Juga
Berbicara di WEF Davos, Trump Minta Suku Bunga dan Harga Minyak Diturunkan
Dalam konferensi pers setelah keputusan The Fed, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa ia "tidak memiliki kontak" dengan Trump sejak presiden yang baru dilantik itu mengeluarkan pernyataan tersebut. Trump dan Powell telah lama memiliki hubungan yang tegang sejak masa jabatan pertama Trump, meskipun Trump sendiri yang menunjuk Powell sebagai ketua The Fed.
“The Fed harus menjalankan mandat legislatifnya,” ujar mantan Presiden The Fed Kansas City, Esther George, dalam wawancara dengan CNBC pada Jumat. “Kongres telah menetapkan bahwa tugasnya adalah menjaga harga tetap rendah dan stabil. Dalam jangka panjang, institusi ini harus fokus pada tujuan tersebut daripada terpengaruh oleh komentar eksternal dan tekanan politik yang selalu ada sepanjang sejarahnya.”

