Rampingkan Birokrasi, Trump Tawarkan Pesangon 8 Kali Gaji Bagi Pegawai yang Mundur Pekan Depan
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintahan Donald Trump mengumumkan bahwa mereka menawarkan pesangon kepada semua pegawai federal yang memilih mundur pada pekan depan. Hal ini merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk merampingkan pemerintahan AS secara cepat.
Sebuah memo dari Kantor Pemngelolaan Personalia (Office of Personnel Management/OPM), lembaga sumber daya manusia pemerintah, juga menyatakan bahwa semua pegawai federal akan mulai dikenai "standar kelayakan dan perilaku yang ditingkatkan" serta memperingatkan kemungkinan adanya pengurangan pegawai di masa depan.
Email yang dikirimkan kepada jutaan pegawai tersebut menyebutkan bahwa mereka yang secara sukarela meninggalkan jabatan mereka akan menerima sekitar delapan bulan gaji, tetapi keputusan harus diambil paling lambat 6 Februari 2025.
Presiden Donald Trump telah membangun karier politiknya dengan janji untuk mengubah Washington dan bersumpah bahwa dalam pemerintahan keduanya, ia akan melakukan perubahan yang jauh lebih besar terhadap norma-norma politik tradisional dibandingkan dengan masa jabatannya yang pertama. Namun, dampak dari banyaknya pegawai pemerintah yang ditawari untuk meninggalkan pekerjaan mereka masih sulit untuk diperkirakan.
Katie Miller, yang bertugas di dewan penasihat Departemen Efisiensi Pemerintahan—sebuah departemen khusus pemerintahan Trump yang dipimpin oleh CEO Tesla, Elon Musk, dan bertugas mengecilkan ukuran pemerintahan—mengunggah di X, “Email ini dikirimkan kepada lebih dari DUA JUTA pegawai federal,”demikian Miller dalam cuitannya seperti dikutip Wanews, Rabu (29/1/2025).
Baca Juga
Trump Umumkan Perintah Eksekutif Baru, termasuk Membangun ‘Iron Dome’
Menurut Pew Research Centre, Pemerintah federal mempekerjakan lebih dari 3 juta orang hingga November tahun lalu, yang mencakup hampir 1,9% dari seluruh angkatan kerja sipil di negara itu. Rata-rata masa kerja seorang pegawai federal hampir mencapai 12 tahun.
Bahkan jika hanya sebagian kecil dari tenaga kerja yang menerima tawaran pesangon, hal itu dapat mengguncang perekonomian dan memicu gangguan luas di seluruh masyarakat, dengan dampak yang beragam—dan hingga kini belum dapat diperkirakan—terhadap hasil pekerjaan, ketepatan waktu, dan efektivitas layanan federal di seluruh negeri.
Sejumlah besar tenaga kesehatan garis depan di Departemen Urusan Veteran, pejabat yang memproses pinjaman bagi pembeli rumah atau usaha kecil, serta kontraktor yang membantu pengadaan generasi terbaru persenjataan militer, bisa saja memilih untuk keluar sekaligus.
Hal ini juga dapat menyebabkan hilangnya pengawas makanan berpengalaman dan ilmuwan yang menguji pasokan air—serta mengganggu berbagai aspek kehidupan, mulai dari perjalanan udara hingga perlindungan konsumen terhadap produk.
Sebagai tanggapan, Presiden serikat pekerja American Federation of Government Employees, Everett Kelley, mengatakan bahwa hal ini tidak boleh dianggap sebagai pesangon sukarela, melainkan sebagai upaya menekan pekerja yang dianggap tidak loyal terhadap pemerintahan baru agar meninggalkan pekerjaan mereka.
“Membersihkan pemerintah federal dari pegawai karier yang berdedikasi akan menimbulkan dampak luas yang tidak terduga dan menyebabkan kekacauan bagi rakyat Amerika yang bergantung pada pemerintahan federal yang berfungsi dengan baik,” kata Kelley dalam sebuah pernyataan dikutip AP.
“Di tengah gempuran perintah eksekutif dan kebijakan yang merugikan pekerja, jelas bahwa tujuan pemerintahan Trump adalah mengubah pemerintah federal menjadi lingkungan kerja yang beracun, di mana para pekerja tidak dapat bertahan meskipun mereka ingin tetap tinggal,” ujarnya.

