Rusia Serang Lebih Banyak Infrastruktur Energi Ukraina
JAKARTA, investortrust.id - Rusia dalam beberapa hari terakhir telah melancarkan serangan udara dan drone besar-besaran terhadap infrastruktur sipil dan energi Ukraina, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan besar.
Serangan terbaru terjadi pada Jumat (12/4/2024) yang menargetkan fasilitas energi di wilayah selatan Dnipropetrovsk, yang mengakibatkan kerusakan serius. Fasilitas energi tersebut terbakar menyusul serangan pesawat tak berawak Rusia pada Jumat pagi, demikian militer Ukraina dan seorang pejabat regional yang dikutip ABCNews.com.
Fasilitas energi tersebut tidak diidentifikasi dalam laporan militer, yang hanya mengatakan puing-puing dari empat drone Rusia jatuh di wilayah fasilitas infrastruktur “penting” di distrik Kryvorizka, dan mengakibatkan kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran Ukraina berhasil memadamkan api, namun tingkat kerusakan tidak dapat segera diperkirakan, demikian kepala wilayah Kryvorizka, Serhiy Lysak.
Sementara itu, kepala pemerintahan regional Kherson, Oleksandr Prokudin melaporkan bahwa serangan Rusia terjadi pada Kamis malam (11/4/2024) di wilayah selatan Ukraina, dan telah merusak fasilitas infrastruktur penting. Namun Prokudin tidak mengidentifikasi fasilitas energi apa yang telah diserang tersebut.
Baca Juga
Prokudin mengatakan 15 pemukiman di seluruh wilayah ditembaki, dan dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat hancurnya sejumlah rumah.
Pada hari yang sama dilaporkan pula bahwa sistem pertahanan udara Ukraina telah menembak jatuh 16 dari 17 drone yang diluncurkan Rusia di enam wilayah pada hari ini 12 April.
“Pasukan Pertahanan Ukraina menembak jatuh 16 UAV serangan tipe Shahed di wilayah Mykolayiv, Odesa, Kherson, Dnipropetrovsk, Vinnytsya, dan Khmelnytskiy,” kata postingan Facebook tersebut.
Sehari sebelumnya, pada Kamis (11/4/2024) pembangkit listrik Trypilska, pemasok listrik utama untuk wilayah Kyiv, Cherkasy, dan Zhytomyr yang terletak sekitar 50 kilometer selatan ibukota Ukraina, juga telah dihancurkan rudal Rusia.
Serangan tersebut, menyebabkan ratusan ribu orang hidup tanpa aliran listrik. Hancurnya sejumlah fasilitas tersebut juga menggambarkan berkurangnya kemampuan Ukraina untuk menangkis serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Moskow.
Ukraina sendiri telah memohon kepada sekutu-sekutunya untuk mempercepat pengiriman amunisi dan persenjataan, menyusul masih tertahannya paket bantuan sebesar US$60 miliar di Washington karena anggota parlemen dari Partai Republik menolak untuk menyetujuinya.
Presiden Volodymyr Zelenskyy, saat berkunjung ke Lituania pada 11 April, memohon kepada sekutu Ukraina untuk memberikan lebih banyak sistem pertahanan udara kepada Ukraina.
“Tugas utama saat ini adalah melakukan segala upaya untuk memperkuat sistem pertahanan udara kami, memenuhi kebutuhan mendesak Angkatan Pertahanan Ukraina, dan mengkonsolidasikan dukungan internasional sehingga kami dapat mengatasi teror Rusia,” tulis Zelenskyy di X, sebelumnya Twitter.

