Sesama Anggota NATO, Mungkinkah Denmark Perang Melawan AS? Ini Dia Perbandingan Militer Kedua Negara
Jakarta, investortrust.id - Presiden terpilih AS, Donald Trump, dalam konferensi pers-nya yang panjang pada hari Selasa (7/1/2025), berbicara tentang minatnya untuk mengamankan kendali AS atas Greenland dan Terusan Panama, dan mengatakan bahwa ia tidak akan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer.
"Kita membutuhkan Greenland untuk tujuan keamanan nasional," kata Trump pada pidatonya. "Saya berbicara tentang melindungi dunia bebas. Anda melihat — Anda bahkan tidak perlu teropong — Anda melihat ke luar. Anda memiliki kapal-kapal China di mana-mana. Anda memiliki kapal-kapal Rusia di mana-mana. Kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami tidak akan membiarkannya terjadi."
Berikut ini adalah gambaran tentang di mana Greenland berada, mengapa Greenland begitu strategis tidak saja untuk AS atau Denmark namun juga negara lain di kawasan dan perbandingan kekuatan militer AS dan Denmark.
Di mana letak Greenland dan mengapa Trump ngebet ingin mengendalikan Greenland?
Greenland yang terletak di timur laut Kanada adalah pulau terbesar di dunia dengan luas 2.166.086 km², hampir tiga kali lipat Kalimantan namun hanya dihuni kurang dari 60.000 jiwa, sebagian besar terkonsentrasi di Nuuk, ibukota Greenland sekaligus pemukiman terbesar di pulau yang sebagian besar ditutupi oleh lapisan es. Amerika diketahui memiliki pangkalan militer di Greenland sejak perang dunia II usai. Jarak antara Nuuk di Greenland dan New York, AS lebih dekat 500 km dibanding dari Nuuk menuju Kopenhagen di Denmark.
Inilah letak Amerika Serikat, Denmark dan Greenland di peta dunia. Jarak Nuuk, ibukota Greenland menuju New York di AS sejauh sekitar 3046 km sementara dari Nuuk menuju Kopenhagen ibukota Denmark berjarak 3532 km. Foto: Googlemaps.
Efek Pemanasan Global
Mencairnya es di lautan Arktik membuat Jalur Barat Laut atau rute Laut Utara yang sebelumnya beku menjadi lebih mudah untuk dilayari sehingga beberapa tahun belakangan kapal-kapal komersil Rusia dan juga China hilir mudik di rute yang lebih pendek ini. Jalur Barat Laut menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama di Asia Timur dengan Eropa dan Samudra Atlantik. Tentu saja dapat dipahami bagaimana Trump dan beberapa pemimpin Barat tidak nyaman melihat kapal-kapal Rusia dan China mondar mandir di depan hidung mereka. Beberapa pihak telah menyuarakan kekhawatiran tentang Rusia dan China yang bisa saja menggunakan unsur militer untuk meningkatkan kehadiran mereka di Atlantik Utara.
"Amerika memiliki kepentingan yang kuat dalam mengawasi aktivitas negara asing di Greenland karena Greenland merupakan aset keamanan yang sangat besar bagi negara negara di kawasan, dan karena itu, investasi atau aktivitas apa pun, dari sudut pandang Amerika, dapat dilihat sebagai ancaman keamanan," ujar Frank Sejersen, seorang profesor madya di Universitas Kopenhagen, seperti dikutip dari CBS News pada hari Rabu (8/1/2025).
Pernille Benjaminsen, seorang pengacara hak asasi manusia di Greenland, mengatakan kepada CBS News bahwa hubungan antara pemerintah semi-otonom wilayah tersebut dan pemerintah pusat di Denmark telah menegang dalam beberapa tahun terakhir, dan Trump dapat mencoba memanfaatkannya. "Dia telah memperhatikan bahwa ada hubungan yang tegang antara Denmark dan Greenland dan melihat peluang dalam hal itu," imbuh Pernille.
Selain alasan strategis, Greenland juga memiliki minyak, gas alam, dan sumber daya mineral yang sangat dibutuhkan saat ini. Dan bila benar Donald Trump berniat mencaplok Greenland, akankah Denmark mengerahkan kekuatan militer untuk menolak niat Trump tersebut? Seberapa kuat militer Denmark melawan Amerika Serikat? Meski kecil kemungkinan terjadi konflik mengingat keduanya berada dalam satu pakta pertahanan NATO, tetap menarik untuk ditinjau bagaimana perbandingan militer kedua negara.
Pelanduk Melawan Gajah
Pada tahun 2024, Amerika Serikat menduduki peringkat 1 dari 145 negara yang diputuskan berdasarkan tinjauan tahunan dari Global Fire Power. Amerika Serikat memiliki skor Indeks Kekuatan sebesar 0,0699 (skor 0,0000 dianggap sempurna). Entri ini terakhir ditinjau pada Juli 2024 di mana Amerika Serikat berada di tempat teratas pada skor kekuatan militer dunia disusul Rusia, China dan India. Hal yang sama juga ditemukan pada Asia Power Index yang dilansir Lowy Institue dan menempatkan AS pada peringkat 1 dengan skor 81.7.
Sementara Denmark berada di peringkat 48 dari 145 negara di Dunia dengan skor Indeks Kekuatan sebesar 0.7743. Denmark kalah telak dibanding Amerika Serikat ditinjau dari berbagai sektor mulai kekuatan militer, ekonomi, populasi, cadangan militer, industri manufaktur dan luas wilayah. Denmark hanya unggul pada letak geografisnya yang dikelilingi negara tetangga dan lautan dingin .
Amerika Serikat menempati peringkat satu pada Kepemilikan Pesawat Militer dengan total 13.209 unit pesawat di mana 1.790 unit adalah pesawat tempur superioritas udara dan 889 pesawat tempur serang darat. Di sisi lain, dengan hanya mengandalkan 31 pesawat tempur dari total 117 unit pesawat militer, jelas Denmark hanya punya dua pilihan, menyerah atau hancur. Selain itu mayoritas pesawat tempur milik Denmark dibeli dari Amerika Serikat seperti F-16 Fighting Falcon dan F-35A yang baru saja datang.
Di darat pun Denmark kalah telak dengan Hanya 44 Tank Tempur Utama (MBT) dibanding Amerika Serikat yang memiliki 4.640 MBT dan 391.963 kendaraan lapis baja. Denmark hanya punya 3.856 kendaraan militer dan 19 artileri. Artileri AS berjumlah 1.883 ditambah peluncur roket sebanyak 641, di mana Denmark hanya punya 8 peluncur roket. Itupun AS masih didukung 1002 unit helikopter serang darat yang bisa melumat tank, ranpur lapis baja dan artileri lawan.
Tank milik Angkatan Darat AS, M1 Abrams saat berlatih menggunakan amunisi khusus, XM-1147 Advanced Multi-Purpose (AMP) di Yuma Test Center, Arizona. Sama dengan tank Jerman, Leopard A2, Abrams juga memiliki reputasi sebagai salah satu tank terbaik di dunia, namun unit yang disumbangkan kepada Ukraina juga tertangkap oleh Rusia pada perang Rusia-Ukraina dan dipamerkan di Moskow. Foto: US Army/Capt. Tobias Cukale, 4th Infantry Division.
Tank Tempur Utama (MBT) milik Angkatan Darat Denmark, Leopard 2A7 yang telah diperbarui. Leopard 2A7 menjadi salah satu tank terbaik di dunia meski beberapa yang dihibahkan kepada Ukraina telah rusak dalam peperangan dan tertangkap oleh Rusia. Foto: Royal Danish Army
Di laut jangan ditanya lagi, AS seolah berlaku seperti polisi laut dunia dengan 11 Kapal Induk, 9 Kapal Induk Helikopter, 70 Kapal Selam dan 81 Kapal Perusak kelas berat. Lebih besar dari armada angkatan laut negara manapun di dunia. Meski AS tidak memiliki frigat, namun gabungan 26 Korvet dan Kapal Perusak Amerika bukanlah tandingan 9 frigat Denmark. Denmark bahkan tidak memiliki kapal selam dan korvet.
USS Jack H Lucas (DDG-125) adalah kapal perusak kelas Arleigh Burke yang baru diluncurkan pada bulan Oktober 2023. Destroyer berada satu kelas di atas frigat dan memiliki dimensi dan tonase yang lebih besar, persenjataan dan radar yang lebih lengkap dan kuat. Foto: HII Ingalls Shipbuilding
Frigat milik Angkatan Laut Denmark, HDMS Niels Juel tengah menjalani penugasan di Laut Merah pada bulan April 2019. TNI AL sempat melirik frigat kelas Iver Huitfeldt ini sebelum akhirnya memilih frigat buatan Italia, kelas Paolo Thaon di Revel. Foto: US Navy/Mass Communication Specialist Seaman Joshua L. Leonard
Anggaran Belanja militer AS adalah yang terbesar di dunia dengan total jumlah per tahun 2024 adalah $895 milyar dibanding Denmark yang hanya $7,2 milyar. Total sumber daya manusia Amerika Serikat yang tersedia baik untuk militer atau bekerja di sektor manufaktur untuk memproduksi peralatan militer adalah 150 juta penduduk dan dari total itu 124 juta di antaranya dinilai cukup bugar untuk menjadi tentara.
Populasi AS menyediakan SDM yang siap untuk masuk militer sejumlah 4.4 juta per tahun dibanding Denmark yang hanya memiliki 77 ribu warga yang siap direkrut menjadi tentara per tahun. Populasi AS saat ini adalah 341.963.408, terbesar ketiga di dunia setelah India dan Tiongkok. Populasi Denmark hanya sebesar 5,9 juta penduduk, sedikit lebih banyak dari penduduk Singapura. Total personil militer aktif AS adalah 1.328.000 dengan personil cadangan sebesar 799.500 orang, dibanding Denmark dengan tentara aktif sebanyak 20.000 orang dan cadangan 12.000 orang.
Tidak ada negara yang menginginkan perang, namun negara manapun yang menginginkan perdamaian harus siap berperang. Semoga niat Trump hanya di bibir saja atau bisa diselesaikan dengan cara lain dan damai.
Video: Kanal Youtube KickFlip
Dirangkum dari berbagai sumber.

