Wall Street Merosot Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan AS, Dow Jatuh Hampir 250 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS merosot pada Kamis waktu AS atau Jumat (6/12/2024) WIB. Ketiga indeks utama Wall Street melemah. Indeks Dow Jones jatuh hampir 250 poin.
Baca Juga
Wall Street Menyala! Dow Tembus 45.000, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Investor menanti laporan pekerjaan utama yang akan dirilis pada Jumat.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 248,33 poin, atau 0,55%, menjadi 44.765,71. Sementara itu, Nasdaq Composite melemah 0,18% menjadi 19.700,26. S&P 500 juga turun 0,19%, menetap di 6.075,11. Ketiga indeks utama ini sebelumnya mencatatkan kenaikan solid dan penutupan rekor di sesi sebelumnya.
“Masalah yang muncul adalah valuasi saham yang terlalu tinggi di semua sektor. Kita berada di level rekor, tetapi tidak ada banyak antusiasme atau euforia,” kata Brian Leonard, manajer portofolio Keeley Teton, seperti dikutip CNBC.
Pada Kamis, para pelaku pasar menanti data ketenagakerjaan utama AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa ekonomi AS menambahkan 214.000 pekerjaan pada November.
Laporan ketenagakerjaan ini dapat menjadi faktor penting dalam keputusan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan kebijakan mereka bulan ini. Pada Rabu, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi AS cukup kuat untuk memungkinkan bank sentral berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Pasar Perkirakan Suku Bunga Turun 25 Bps, Powell : The Fed Masih Berhati-hati
“Pasar tenaga kerja sudah lebih baik, dan risiko penurunan di pasar tenaga kerja tampaknya lebih kecil,” ujarnya. “Pertumbuhan jelas lebih kuat dari yang kami perkirakan, dan inflasi sedikit lebih tinggi. Jadi, kabar baiknya adalah kami bisa lebih berhati-hati saat mencoba menemukan posisi netral.”
Bitcoin diperdagangkan sedikit lebih rendah, turun di bawah $100.000 setelah sebelumnya sempat menembus level itu untuk pertama kalinya pada Rabu malam. Pergerakan itu sempat mendorong saham terkait kripto seperti MicroStrategy dan Coinbase naik. Namun, saham-saham tersebut akhirnya melepas kenaikannya, dengan MicroStrategy turun 4,8% dan Coinbase melemah 3,1%.

