S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Penguatan Tipis Wall Street
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS mayoritas menguat meski tipis pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (4/12/2024) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masih bisa mencetak rekor tertinggi baru, ditopang kenaikan saham teknologi.
Baca Juga
Saham Teknologi Dongkrak S&P 500 dan Nasdaq ke Rekor Tertinggi Baru, tapi Dow Terjungkal
Indeks S&P 500 naik tipis 0,05% dan berakhir di level 6.049,88. Nasdaq Composite naik 0,40% menjadi 19.480,91, mencatat rekor intraday baru setelah saham Apple mencapai titik tertinggi dalam 52 minggu terakhir. Baik S&P 500 maupun Nasdaq, yang didominasi saham teknologi, mencatat rekor penutupan baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mencatat kinerja yang kurang baik, turun 76,47 poin atau 0,17%, berakhir di 44.705,53.
“Saham AS bergerak mendatar hari ini menjelang laporan pekerjaan Jumat, yang mungkin memberikan wawasan tentang langkah Federal Reserve setelah pertemuan FOMC pada 17 dan 18 Desember. Secara keseluruhan, kami melihat banyak hal positif dari saham AS meskipun ada sejumlah kekhawatiran yang masih membayangi.” papar Terry Sandven, Kepala Strategi Ekuitas di U.S. Bank Wealth Management, seperti dikutip CNBC.
“Inflasi, suku bunga, dan laba perusahaan mendukung sentimen positif di pasar, sementara kemajuan teknologi seperti AI generatif terus memperluas pasar dan mendorong kenaikan ekuitas,” tambahnya.
Saham telah mengalami reli tajam sejak pemilu presiden AS. Sejak pemungutan suara pada 5 November, S&P 500 telah naik 4,6%, sementara Nasdaq melonjak sekitar 5,7%. Dow juga naik 5,9%.
“Ketika pasar naik 10% atau lebih dengan Presiden baru yang terpilih, pasar tidak pernah turun pada bulan Desember,” kata Ken Mahoney, CEO Mahoney Asset Management. Namun, dia memperingatkan bahwa ini tidak berarti saham akan melonjak pada Desember, mengingat November adalah bulan terbaik tahun ini untuk pasar.
Pada hari terakhir perdagangan November, Dow dan S&P mencatat level tertinggi intraday dan penutupan baru, menjadikan bulan itu sebagai bulan terbaik mereka di tahun 2024. Dow naik 7,5%, sementara S&P 500 mencatat kenaikan 5,7% bulan lalu.
Baca Juga
Wall Street Pesta Cuan di Akhir Pekan, Dow Akumulasi 400 Poin dan Cetak Rekor Baru
“Tetapi permintaan untuk saham masih cukup tinggi, karena saya pikir ada sejumlah dana yang mulai masuk kembali ke pasar pasca pemilu,” tambah Mahoney.
Data ekonomi yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa lowongan kerja meningkat pada Oktober dibandingkan September. Total lowongan kerja mencapai 7,74 juta bulan lalu, melampaui perkiraan Dow Jones sebesar 7,5 juta.
Ini adalah data pertama dari serangkaian rilis yang diharapkan minggu ini untuk memberikan wawasan tentang kekuatan pasar tenaga kerja. Perhatian utama adalah laporan penggajian November yang akan dirilis pada Jumat.
Baca Juga
Gubernur Fed Waller Dukung Pemotongan Suku Bunga Desember, tapi Khawatir Tren Inflasi
Data ini muncul menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 17-18 Desember. Saat ini, kontrak berjangka dana Fed memperkirakan peluang sekitar 72% bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga pada pertemuan tersebut, menurut alat FedWatch CME.

