Biden Berharap Trump Pertimbangkan Lagi Soal Tarif untuk Meksiko dan Kanada
NANTUCKET, investortrust.id - Presiden AS Joe Biden berharap Presiden terpilih Donald Trump mempertimbangkan ulang rencananya untuk memberlakukan tarif pada Meksiko dan Kanada, karena hal itu dapat "merusak" hubungan dengan sekutu dekat.
Baca Juga
Trump Akan Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk China, 25% untuk Kanada dan Meksiko
"Saya berharap dia memikirkan ulang. Saya rasa itu langkah yang kontraproduktif," kata Biden kepada wartawan di Nantucket, Massachusetts, Kamis (28/11/2024) waktu setempat, seperti dikutip Reuters. Biden merayakan liburan Thanksgiving bersama keluarga di sana.
Menurut Biden, AS memiliki kondisi yang tidak biasa, dikelilingi oleh Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, dan dua sekutu: Meksiko dan Kanada.
Pada Senin, Trump mengatakan akan memberlakukan tarif pada Kanada dan Meksiko hingga kedua negara tersebut mengambil langkah tegas terhadap narkoba dan migran yang melintasi perbatasan, sebuah tindakan yang tampaknya melanggar perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pada Kamis bahwa ia tidak secara khusus membahas tarif dalam percakapannya dengan Trump pada Rabu, menambahkan bahwa keduanya sepakat untuk menjaga hubungan baik antara kedua negara.
Setelah panggilan tersebut, Trump mengatakan bahwa Sheinbaum telah "sepakat untuk menghentikan migrasi melalui Meksiko dan masuk ke Amerika Serikat, secara efektif menutup Perbatasan Selatan kita."
Namun, Sheinbaum menyatakan bahwa ia telah memaparkan strategi "menangani" migran sebelum mereka mencapai perbatasan AS.
Biden, yang sebelumnya bertemu dengan Trump di Gedung Putih bulan ini, menegaskan kembali bahwa ia ingin transisi antara pemerintahannya yang akan berakhir dan pemerintahan baru Trump berjalan lancar.
Baca Juga
Pelantikan Presiden AS Januari 2025, Biden Janjikan Transisi Kekuasaan yang Mulus
"Dan semua pembicaraan tentang apa yang akan dia lakukan atau tidak lakukan, saya pikir mungkin ada sedikit perhitungan internal di pihaknya," ujar Biden.
Biden berbicara kepada wartawan saat mengunjungi stasiun pemadam kebakaran di Nantucket dan membagikan pai labu bersama istrinya, Ibu Negara Jill Biden.
Timur Tengah dan China
Ketika ditanya apa yang ia syukuri pada liburan ini, Biden mengatakan ia bersyukur atas kemajuan yang diharapkan pemerintahannya di Timur Tengah, dengan menyebut kesepakatan gencatan senjata baru-baru ini antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Biden juga mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan tiga warga Amerika yang baru saja dibebaskan setelah ditahan di China. "Saya sangat senang mereka kembali ke rumah," katanya.
Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif baru pada China.
Baca Juga
Bertemu Joe Biden, Xi Jinping : Planet Bumi Cukup Besar untuk China-AS Capai Kesuksesan
Biden mencatat bahwa ia dan Presiden China Xi Jinping telah membangun saluran komunikasi langsung antara kedua pemimpin serta jalur komunikasi langsung antara militer kedua negara.
"Satu hal yang saya yakini tentang Xi adalah bahwa dia tidak ingin membuat kesalahan," ujar Biden. "Dia memahami apa yang dipertaruhkan."

