Pasar Eropa Melemah, Saham Otomotif Anjlok 1,7% Terimbas Ancaman Tarif Trump
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Selasa (26/11/2024) saat investor menilai dampak rencana Presiden-terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menaikkan tarif pada Tiongkok, Meksiko, dan Kanada.
Baca Juga
Trump Akan Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk China, 25% untuk Kanada dan Meksiko
Indeks regional Stoxx 600 sementara turun 0,5%, dengan bursa utama dan sebagian besar sektor berada di zona merah. Saham otomotif jatuh 1,7% di tengah kekhawatiran perang dagang global yang mengguncang industri, dengan Stellantis—induk perusahaan Jeep dan Dodge—turun hampir 5%.
Sementara itu, saham media dan barang rumah tangga menjadi pengecualian, masing-masing naik sekitar 0,3%.
Indeks ini sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut hingga Senin, didukung momentum global yang juga mendorong indeks Dow Jones Industrial Average di Wall Street mencatat rekor baru.
Kebijakan Tarif Trump
Pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa salah satu tindakan pertamanya di kantor adalah menerapkan tarif tambahan sebesar 10% pada semua barang Tiongkok yang masuk ke AS dan mengancam tarif 25% pada produk dari Meksiko dan Kanada, yang akan mengakhiri perjanjian perdagangan bebas regional.
Para ekonom sebelumnya telah memperingatkan potensi dampak inflasi dari rencana fiskal Trump, yang dapat membuat Federal Reserve memperlambat laju pemotongan suku bunga. Hal ini pada gilirannya dapat mendorong dolar AS menguat terhadap mata uang seperti euro dan poundsterling.
"Reaksi pasar langsung tampak negatif," komentar analis di Maybank dalam sebuah catatan pada hari Selasa, seperti dikutip CNBC.
Namun, tarif ini berbeda cukup signifikan dari apa yang disebut Trump selama kampanyenya, yakni tarif 60% untuk Tiongkok dan 10% secara luas untuk negara lain.
“Pasar mungkin berhati-hati terhadap risiko bahwa Trump secara bertahap memperkenalkan tarif tersebut, kami mencatat kemungkinan bahwa penerapan akhir mungkin tidak persis seperti yang diusulkan," tulisnya.
Pasar Eropa relatif sepi dari sisi data dan pendapatan pada hari Selasa.
Baca Juga
Investor juga terus menganalisis berita terbaru tentang merger dan akuisisi di sektor perbankan, setelah UniCredit mengajukan penawaran untuk membeli sesama bank Italia, Banco BPM, senilai sekitar 10 miliar euro ($10,5 miliar).
Di Amerika Serikat, The Fed merilis risalah dari pertemuan November yang menghasilkan pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin persentase.
Di sisi lain, saham AS diperdagangkan bervariasi pada pagi hari karena investor mempertimbangkan dampak dari kenaikan tarif Trump. Sementara itu, pasar Asia-Pasifik ditutup dengan hasil yang beragam.

