Masuki Pekan Thanksgiving, Saham Berjangka AS Melonjak
NEW YORK, investortrust.id - Saham berjangka AS naik pada Minggu malam (24/11/2024) saat Wall Street memulai pekan perdagangan pendek Thanksgiving. Pasar akan tutup pada Kamis untuk Hari Thanksgiving dan akan ditutup lebih awal pada Jumat.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Naik Tipis di Tengah Ekspektasi ‘Soft Landing’
Futures Dow Jones Industrial Average naik 211 poin, atau 0,5%. Futures yang terkait dengan S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing naik sekitar 0,4%.
Indeks utama mencatat pekan yang menguntungkan karena reli pasca-pemilu kembali berlanjut. Dow yang terdiri dari 30 saham naik sekitar 2% minggu lalu dan ditutup pada rekor tertinggi. Sementara itu, indeks pasar luas S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik sekitar 1,7%. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, melonjak sekitar 4,5% selama pekan tersebut.
Baca Juga
Wall Street Pesta Cuan di Akhir Pekan, Dow Akumulasi 400 Poin dan Cetak Rekor Baru
Presiden terpilih Donald Trump mengindikasikan niatnya untuk mencalonkan pendiri Key Square Group, Scott Bessent, sebagai Menteri Keuangan pada Jumat setelah pasar tutup. Investor mungkin melihat pemilihan ini secara positif dan menganggap manajer hedge fund ini sebagai sosok yang mendukung pasar ekuitas. Namun, Trump juga menyatakan bahwa Bessent akan membantunya menerapkan kebijakan perdagangan proteksionis, yang dikhawatirkan sebagian investor dapat merugikan pasar.
"Ekuitas AS, dolar, dan imbal hasil obligasi negara telah naik tajam sebagai respons terhadap data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan dan menerima dorongan tambahan dari hasil pemilu," kata Phillip Colmar, ahli strategi global dari MRB Partners, seperti dikutip CNBC.
Namun, ia mengingatkan, investor sebaiknya berhati-hati untuk tidak terlalu dogmatis dalam pandangan dan posisi mereka karena kebijakan yang diusulkan oleh Presiden terpilih Trump adalah campuran yang bertentangan antara stimulus fiskal pro-pertumbuhan dan isolasionisme yang menyebabkan stagflasi.
Meski pekan ini singkat, prospek suku bunga kembali menjadi sorotan dengan dirilisnya indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Oktober, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve. Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru The Fed juga akan dirilis menjelang Thanksgiving.
Baca Juga
Powell : The Fed Tidak Perlu ‘Terburu-buru’ Turunkan Suku Bunga
Di sisi pendapatan perusahaan, beberapa perusahaan ritel dan teknologi dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan minggu ini. Bath and Body Works dijadwalkan mengumumkan pendapatannya pada Senin. Pada Selasa, retailer seperti Macy's, Nordstrom, dan Best Buy akan melaporkan hasilnya, bersama dengan perusahaan teknologi seperti CrowdStrike dan Dell Technologies.

