Tokoh Oposisi Rusia Navalny Tewas, AS Siapkan Sanksi Baru
JAKARTA, Investortrust.id – Amerika Serikat disebutkan tengah menyiapkan sanksi utama baru terhadap Rusia sebagai respons atas kematian pemimpin oposisi Alexei Navalny pekan lalu di sebuah koloni hukuman di Arktik.
Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan, sanksi-sanksi tersebut akan diumumkan pada Jumat menjelang peringatan dua tahun invasi Rusia ke Ukraina, "Sanksi ini akan menjadi paket substansial yang mencakup berbagai elemen yang berbeda dari basis industri pertahanan Rusia, dan sumber pendapatan untuk ekonomi Rusia yang menggerakkan mesin perang Rusia, yang menggerakkan agresi Rusia, dan yang menggerakkan represi Rusia," demikian dikatakan Sullivan seperti dilansir Globalnews.ca, Selasa (20/2/2024) waktu setempat.
Sementara itu Juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby mengatakan bahwa AS belum menentukan bagaimana Navalny meninggal, tetapi ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada pada Putin. "Tidak peduli apa jawaban ilmiahnya, Putin bertanggung jawab atas itu," katanya kepada media.
Otoritas Rusia sendiri telah mengatakan bahwa penyebab kematian Navalny masih belum diketahui dan menolak untuk melepaskan jenazahnya selama dua pekan ke depan karena penyelidikan awal masih berlangsung.
Baca Juga
Soal sanksi terbaru buat Rusia, Departemen Keuangan AS menolak berkomentar soal rincian sanksi yang akan ditetapkan. Brian Nelson, dari bagian Intelijen Terorisme dan Finansial di kementerian tengah berada di Eropa pekan ini untuk melanjutkan penerapan sanksi atas Rusia
"Koalisi global yang memberlakukan sanksi-sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap mesin perang Rusia telah menghalangi usaha Kremlin untuk mempersenjatai dan memasok militer mereka. Presiden Biden baru-baru ini memperluas kewenangan Departemen Keuangan untuk menargetkan mereka yang mendanai upaya produksi perang Rusia - bahkan jika mereka berada di negara ketiga - dan Departemen Keuangan dengan agresif mengejar mereka yang mencoba menghindari sanksi kami," demikian pernyataan Departemen Keuangan pekan lalu seperti dikutip AP.
"Sanksi multilateral dan kontrol ekspor telah memberikan kesulitan bagi Putin dan menganggu kemampuannya untuk memproyeksikan kekuatan saat ini dan di masa depan."
Sejauh ini, AS dan sekutunya telah memberlakukan sanksi terhadap ribuan orang dan perusahaan Rusia, di antaranya membekukan dana Bank Sentral Rusia, melarang barang-barang tertentu dari Rusia, membatasi akses bank-bank Rusia ke SWIFT — sebuah sistem untuk transaksi keuangan global — dan memberlakukan batas harga US$60 per barel pada minyak dan solar Rusia.

