Wall Street Alami ‘Overbought’, tapi Indeks Nasdaq Naik
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Selasa waktu AS atau Rabu (23/10/2024) WIB.
Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mengakhiri perdagangan dengan sedikit penurunan, karena investor menghadapi kekhawatiran tentang suku bunga. Selain itu, investor juga mencerna laporan pendapatan terbaru minggu ini.
Baca Juga
Risalah The Fed: FOMC Terbelah dalam Putuskan Besaran Pemangkasan Suku Bunga
S&P 500 ditutup turun 0,05%, berakhir pada 5.851,20. Dow, yang terdiri atas 30 saham, turun 6,71 poin atau 0,02%, berakhir pada 42.924,89, mencatat penurunan hari kedua berturut-turut. Nasdaq Composite naik 0,18% menjadi 18.573,13.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun naik di atas 4,2% untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir sebelum sedikit mundur dari level tersebut. Komentar hati-hati dari pejabat Federal Reserve mengenai jalur penurunan suku bunga mendorong imbal hasil lebih tinggi.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 10-Tahun Melonjak ke Level Tertinggi sejak Akhir Juli
Imbal hasil sebenarnya telah meningkat sejak The Fed memangkas suku bunga sebesar setengah poin sebulan lalu. Sebagian dari kenaikan tersebut dapat disebabkan oleh data ekonomi yang membaik, tetapi sebagian juga disebabkan oleh pesimisme bahwa The Fed tidak akan agresif dalam pemotongan suku bunga ke depannya.
Trader memperkirakan 91% kemungkinan pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan Fed berikutnya yang berakhir 7 November, menurut CME's FedWatch Tool.
Saham developer perumahan jatuh karena kekhawatiran bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama. Saham Lennar dan D.R. Horton masing-masing kehilangan lebih dari 3%
"Pasar telah bergerak ke wilayah overbought, membuatnya rentan terhadap apa pun yang dipersepsikan negatif ... Kini pasar khawatir bahwa The Fed belum mengumumkan kemenangan atas inflasi, belum lagi kekhawatiran pasca-pemilu," kata Quincy Krosby, kepala strategi global LPL Financial, seperti dikutip CNBC.
Trader juga mengamati serangkaian laporan pendapatan baru yang akan dirilis minggu ini, termasuk Tesla dan Coca-Cola pada hari Rabu serta Honeywell pada hari Kamis.
Pada hari Selasa, saham General Motors melonjak hampir 10% setelah melampaui ekspektasi Wall Street untuk kuartal ketiga dan menaikkan panduan sepanjang tahun. Saham Philip Morris juga melonjak sekitar 10% setelah pembuat Marlboro tersebut menaikkan perkiraan laba tahunan, sementara Verizon turun 5% setelah total pendapatannya meleset dari perkiraan analis. Saham Lockheed Martin turun 6% setelah kontraktor militer tersebut membukukan penjualan kuartalan yang lebih rendah dari perkiraan.
Sejauh ini, sekitar seperlima perusahaan di S&P 500 telah melaporkan hasilnya, dengan sebagian besar melampaui perkiraan laba, menurut FactSet.
Pasar telah mengalami kenaikan tajam di bulan Oktober, dengan S&P 500 mencapai rekor dan memperpanjang kenaikan tahun-ke-tahunnya menjadi lebih dari 22%.
Baca Juga
Wall Street Pesta Pora, Dow dan S&P 500 Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

