Dari Davos Ekonom Dunia Sebut Ekonomi Global Menuju New Normal, Ini 3 Indikasinya
JAKARTA, investortrust.id - Para ekonom dunia yang menghadiri World Economic Forum (WEF) Davos 2024 menilai saat ini perekonomian global sedang bergerak menuju kondisi normal baru (new normal) usai pandemi Covid-19.
Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde menyebut, terjadi perubahan kebiasaan di kalangan masyarakat setelah terjadinya pandemi dan ini menjadi normalisasi baru. Ia mengidentifikasi tiga tren yang mulai normal pada tahun 2023 kemarin, yaitu konsumsi, perdagangan, dan inflasi.
“Pada tahun 2023 kita telah melihat awal normalisasi. Ketika Anda melihat konsumsi misalnya, di seluruh dunia, konsumsi masih menjadi kekuatan pendorong pertumbuhan, namun penarik yang kita manfaatkan, secara bertahap memudar,” kata Lagarde, dikutip dari CNBC, Minggu (21/1/2024).
Pandemi dinilai telah menyebabkan penurunan pengeluaran dan peningkatan tabungan masyarakat, sementara perdagangan global juga terganggu. Pada Oktober 2022, inflasi zona euro mencapai 10,6%, tetapi turun pada 2023 menjadi 2,9% di bulan Desember.
Selama pandemi berlangsung, masyarakat disebut lebih senang membeli jasa ketimbang barang. Namun, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan perdagangan akan meningkat sebesar 3,3% pada tahun 2024, sesuai perkiraan yang dirilis pada bulan Oktober 2023.
Baca Juga
Hadir di Davos, Arab Saudi Beberkan Rencana Jadi Pusat Pengembangan AI di Timur Tengah
“Di seluruh dunia inflasi sedang turun dan kita telah melihatnya pada bulan November, baik pada inflasi umum maupun inflasi inti. Jadi itulah yang saya sebut normalisasi yang telah kita amati pada tahun 2023,” ujar Lagarde.
Tantangan AI
Sementara itu Menteri Keuangan Jerman, Christian Lindner menilai, setelah pandemi masyarakat dunia kini dihadapkan oleh berbagai tantangan baru. Salah satunya adalah terkait kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Pikirkan tentang perlombaan kecerdasan buatan, ketegangan geopolitik dan ancaman fragmentasi yang harus kita hadapi dalam beberapa tahun ke depan. Tingkat utang yang lebih tinggi setelah pandemi dan kenaikan harga energi, yang telah menyusutkan ruang fiskal kita untuk membiayai transformasi, dan memberikan sangat sedikit perspektif pertumbuhan ekonomi global,” sebut Lindner.
Menurut Lindner, para stakeholder perlu untuk mengambil tindakan guna mengatur ulang beberapa kebijakan. Ia memandang bahwa saat ini masyarakat dunia berada di awal era reformasi struktural yang baru.
Baca Juga

