Wall Street Tertekan Sentimen Timur Tengah, Dow Anjlok Hampir 200 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS jatuh pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (4/10/2024). Pasar dirundung kekhawatiran atas ketegangan di Timur Tengah. Indeks utama Wall Street melemah, Dow Jones anjlok hampir 200 poin.
Baca Juga
Netanyahu Ancam Balas Serangan Iran, Pasar Waspadai Bahaya Eskalasi
Investor juga bersiap menanti laporan penggajian bulan September.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 184,93 poin, atau 0,44%, menjadi 42.011,59. Indeks S&P 500 kehilangan 0,17% dan ditutup pada 5.699,94. Indeks Nasdaq Composite turun 0,04% menjadi 17.918,48. Nasdaq sedikit terbantu oleh reli kenaikan saham Nvidia sebesar3%.
Perdagangan di bulan Oktober dimulai dengan awal yang sulit karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang mengurangi antusiasme investor. Setelah saham-saham anjlok pada hari Selasa akibat serangan rudal Iran terhadap Israel, investor kini bersiap untuk ketidakpastian lebih lanjut karena Israel memulai operasi darat ke Lebanon.
Minyak berjangka AS melonjak lebih dari 5%. Kenaikan tersebut mendorong peningkatan mingguan menjadi lebih dari 8% karena ketakutan yang meningkat terkait situasi di Timur Tengah.
Baca Juga
Pasar Khawatir Eskalasi di Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 5%
Saham energi bergerak naik dipicu ketegangan di Timur Tengah, sehingga membuat sektor energi di S&P 500 melaju sekitar 5,9% sepanjang pekan ini. Sektor energi berada di jalur minggu terbaiknya dalam lebih dari setahun.
Energi menjadi salah satu dari sedikit titik terang di pasar yang suram pada hari Kamis. Mayoritas anggota S&P 500 mengalami penurunan.
Saham berkapitalisasi kecil juga keteteran, dengan Russell 2000 turun 0,7%.
Dengan pergerakan hari Kamis, ketiga indeks utama diprediksi mengalami kerugian minggu ini. Dow dan S&P 500 masing-masing turun 0,7%, sementara Nasdaq diperkirakan akan turun 1,1%.
Ini menandai perubahan arah setelah pasar melewati tiga kuartal yang kuat. Bespoke Investment Group mencatat tahun 2024 merupakan pencapaian yang luar biasa, dengan kenaikan terbesar dalam sembilan bulan pertama tahun ini sejak 1997.
“Kami telah menjalani tahun yang fantastis sejauh ini,” kata Mike Dickson, kepala penelitian dan strategi kuantitatif di Horizon Investments, seperti dikutip CNBC.
Klaim pengangguran mingguan yang dirilis Kamis menunjukkan angka sedikit lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Ini memberikan petunjuk tentang kesehatan pasar tenaga kerja saat para trader bersiap untuk laporan penggajian bulan September yang sangat dinantikan pada Jumat.
Baca Juga

