Harga Grosir AS Juni Naik 0,2%, Lebih Tinggi dari Perkiraan
Editor | Komang Darmawan
WASHINGTON, investortrust.id - Ukuran harga grosir AS pada bulan Juni 2024 naik lebih tinggi dari perkiraan ekonom.
Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada hari Jumat (12/7/2024), indeks harga produsen (PPI/price producer index) Juni naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga
Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan indeks sebesar 0,1%. PPI sekarang naik 2,6% selama setahun terakhir (year on year/yoy).
PPI adalah ukuran harga yang bisa diperoleh produsen atas barang dan jasa mereka di pasar terbuka. Pada bulan Juni, kenaikan harga jasa mengimbangi penurunan harga barang.
Angka tersebut merupakan peningkatan dari angka bulan Mei, yang juga direvisi lebih tinggi. Laporan hari Jumat menyatakan bahwa indeks tidak berubah di bulan Mei dibandingkan dengan penurunan 0,2% pada rilis aslinya.
Angka PPI yang lebih tinggi dari perkiraan ini bertentangan dengan data terkini yang menunjukkan penurunan inflasi, meskipun para ekonom dan investor cenderung lebih menekankan angka inflasi yang berfokus pada konsumen.
Laporan hari Jumat muncul setelah indeks harga konsumen bulan Juni lebih rendah dari perkiraan pada hari Kamis. CPI sebenarnya menunjukkan bahwa inflasi umum menurun secara bulanan dan sekarang berada pada angka 3% yoy.
Pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya akan diadakan pada akhir bulan Juli. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil. Para trader semakin banyak yang meyakini pertemuan bulan September sebagai waktu yang memungkinkan untuk penurunan suku bunga pertama.
Sebagaimana diketahui, ukuran inflasi yang disukai The Fed adalah indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE/personal consumer expenditures). Data PCE bulan Juni dijadwalkan dirilis pada 26 Juli.
Baca Juga
