Tertekan Pasar Ekuitas dan Aksi ‘Profit Taking’, Harga Emas Anjlok Lebih dari 1%
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas turun lebih dari 1% pada hari Senin (8/7/2024), terpukul oleh reli ‘risk-on’ di ekuitas dan aksi ambil untung (profit taking) oleh investor. Harga reli emas tajam di sesi sebelumnya karena ekspektasi bahwa Federal Reserve AS dapat memangkas suku bunga pada bulan September.
Baca Juga
Harga Emas Antam Tidak Bergeser, Dibandrol Rp 1.395.000 per Gram
Harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi $2,354.59 per ons, setelah naik ke level tertinggi sejak 22 Mei pada hari Jumat. Emas berjangka AS tergelincir 1,5% menjadi $2,362.70.
“Kelihatannya seperti banyak aksi ambil untung, dan pasar saham menguat pagi ini, yang memiliki sedikit faktor persaingan dengan logam mulia,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip CNBC.
Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi, sementara Dow mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Namun, menurut Haberkorn, harga emas akan menguat berdasarkan prediksi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunganya. Alat pengawas The Fed melihat penurunan suku bunga akan terjadi pada bulan September dan kemudian kemungkinan penurunan lainnya pada bulan November dan Desember yang akan menjadi bullish untuk emas.
Data minggu lalu menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja yang membuat bank sentral AS tetap berada pada jalur untuk segera menurunkan suku bunga.
Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan sebesar 71% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September dan pemotongan lainnya pada bulan Desember.
“Jika kita mendapatkan kejutan penurunan lainnya dalam data inflasi, yang telah kita lihat secara konsisten dalam data AS, maka hal tersebut akan menjadi pendorong bagi emas,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan di Capital.com.
Investor minggu ini akan fokus pada kesaksian Kongres tengah tahunan Ketua Fed Jerome Powell, komentar dari serangkaian pejabat Fed, dan data inflasi AS yang akan dirilis pada hari Kamis.
Di sisi lain, bank sentral Tiongkok yang merupakan konsumen utama menahan diri dari pembelian emas untuk cadangannya selama dua bulan berturut-turut pada bulan Juni.
Perak di pasar spot tergelincir 1,8% menjadi $30,64 per ons, platinum turun 2,5% menjadi $1,001,60 dan paladium turun 2% menjadi $1,005,98.
Baca Juga
Wall Street ‘Bullish’, S&P 500 Toreh Rekor dan Tembus 5.500 untuk Pertama Kalinya

