Wall Street Menghijau, Dow Jones Melonjak di Atas 100 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) menghijau pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (5/06/2024). Dow Jones naik di atas 100 poin. Wall Street menguat setelah mengalami gejolak di awal bulan.
Baca Juga
Wall Street Tertekan Data Manufaktur AS, Dow Jones Merosot 100 Poin
Indeks Dow naik 140,26 poin, atau 0,36%, menjadi ditutup pada 38,711.29. S&P 500 bertambah 0,15% untuk menyelesaikan sesi di 5.291,34, dan Nasdaq Composite naik 0,17% menjadi 16.857,05. Imbal hasil Treasury melemah, dengan suku bunga acuan obligasi 10 tahun turun sekitar 7 basis poin.
Dow Inc., 3M dan Caterpillar turun lebih dari 1%. Bath & Body Works tercatat sebagai saham dengan kinerja terburuk di S&P 500, kehilangan hampir 13% karena panduan yang mengecewakan.
Wall Street fokus pada laporan penting nonfarm payrolls untuk bulan Mei pada hari Jumat. Investor menginginkan pasar tenaga kerja yang cukup lemah untuk memungkinkan bank sentral menurunkan suku bunga, namun tidak terlalu lemah sehingga memicu kekhawatiran akan potensi resesi.
“Saat ini, pasar sedang mencari katalis,” kata Megan Horneman, kepala investasi di Verdence Capital Advisors, yang mengelola aset lebih dari $3 miliar. “Akan tiba saatnya di mana berita buruk sebenarnya adalah berita buruk,” tambah Horneman, dilansir dari CNBC
Investor juga menganalisis data terbaru mengenai keadaan pasar tenaga kerja. Data ketenagakerjaan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan 8,059 juta lowongan di bulan April, tingkat terendah dalam lebih dari tiga tahun. Perkiraan dari Dow Jones menyebutkan 8,4 juta pembukaan. Para trader sekarang memperkirakan hampir 62% kemungkinan penurunan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini, naik dari sekitar 36% pada minggu lalu, menurut CME FedWatch Tool.
Namun Horneman meragukan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini oleh The Fed karena inflasi, dan khususnya tekanan harga di sektor jasa, masih tetap kuat. Dia mencatat bahwa pasar yang lebih luas kemungkinan akan “tetap sideways” sampai lebih banyak wawasan diambil dari laporan pekerjaan.
Pergerakan pasar hari Selasa terjadi satu hari setelah Dow turun lebih dari 115 poin, atau 0,3%, pada hari perdagangan pertama bulan Juni. S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya naik tipis pada hari Senin karena lemahnya data manufaktur membebani sentimen pasar.
Baca Juga
Pasar Tenaga Kerja AS Melemah, Lowongan Kerja April Turun ke Level Terendah sejak Februari 2021

