Netanyahu Tawarkan Pindah Sukarela Warga Palestina, AS-Eropa Menolak
YERUSALEM, investortrust.id - Perdana Menteri Isral, Benjamin Netanyahu sedang berencana menerapkan migrasi sukarela kepada warga Palestina di Gaza dengan tujuan negara-negara lain.
Menurut harian Israel, Hayom, Netanyahu membuat pernyataan tersebut pada sidang parlemen tertutup khusus para anggota parlemen Partai Likud yang berkuasa. "Persoalan kita adalah negara-negara yang mau menerima (warga Gaza itu), dan kita sedang mengusahakannya," kata dia.
Dalam sidang itu Danny Danon dari Partai Likud mengungkapkan ada negara-negara yang sebenarnya mengangkat isu tersebut, termasuk Menteri Imigrasi Kanada Marc Miller dan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley yang sedang mengikuti proses penjaringan calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik.
Danon menambahkan, Israel harus membentuk komite untuk menindaklanjuti isu tersebut guna memastikan semua orang yang ingin pindah ke negara ketiga dapat melakukannya.
Pada beberapa kesempatan, AS, negara-negara Arab dan Eropa sudah menyuarakan penolakan tegas terhadap segala bentuk “migrasi paksa” terhadap warga Palestina di Gaza. Otoritas Palestina dan Hamas belum menanggapi pernyataan Israel tersebut.
Baca Juga
Sejak 7 Oktober, Israel Sudah Tahan 4.400 Lebih Warga Palestina
Israel menggempur Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, sehingga menewaskan sedikitnya 20.700 warga Palestina yang sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 54.536 orang. Di lain sisi, sekitar 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, karena setengah dari perumahan di wilayah pesisir itu rusak atau hancur. Hampir 2 juta orang mengungsi di wilayah padat penduduk tersebut ketika mereka kekurangan makanan dan air bersih yang akut. (ant)
Baca Juga
Paus Fransiskus Kecam Pertempuran Masih Berlangsung di Tanah Suci Palestina Saat Natal

