Korsel Bentuk Kementerian Khusus Tangani Rendahnya Angka Kelahiran
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan pada Kamis (9/5/2024) bahwa pemerintahannya akan membentuk kementerian baru untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran di negara tersebut.
Pada peringatan tahun kedua masa jabatannya, ia berpidato di hadapan publik dan meminta dukungan oposisi di parlemen untuk mengesahkan undang-undang untuk membentuk kementerian baru tersebut.
“Untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran, yang dapat dianggap sebagai keadaan darurat nasional, kami akan mengerahkan seluruh kemampuan negara secara penuh,” kata Yoon seperti dikutip Kantor Berita Yonhap.
Para pembuat kebijakan khawatir dengan penurunan populasi yang terus-menerus di negara ini, dengan angka kelahiran mencapai angka terendah 0,72 pada tahun 2023.
Baca Juga
Menurut Institut Populasi Semenanjung Korea untuk Masa Depan, populasi di negara Asia Timur ini bisa saja turun hampir 10 juta pada tahun 2044.
Jumlah penduduk berusia 15 hingga 64 tahun, yang berjumlah 36,57 juta pada tahun 2023, diproyeksikan menurun menjadi 27,17 juta pada tahun 2044, demikian Yonhap.
Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa jumlah kematian diperkirakan akan mencapai 746.000 pada tahun 2060, sementara jumlah kelahiran diperkirakan hanya 156.000 orang, sehingga mengakibatkan penurunan populasi hingga sebesar 590.000 orang.
Total populasi negara ini adalah 51,71 juta jiwa pada tahun 2023, dengan proyeksi penurunan menjadi 39,69 juta jiwa pada tahun 2065.

