Ford Motor Kurangi Rencana Kapasitas Pabrik Baterai EV, Ada Masalah?
JAKARTA, Investortrust.id - Ford Motor akan mengurangi investasi, kapasitas, dan jumlah pekerjaan yang direncanakan untuk pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Michigan yang telah menjadi sorotan dari anggota parlemen AS karena menggunakan teknologi yang dipasok oleh produsen baterai China, CATL, demikian disampaikan oleh perusahaan otomotif tersebut pada hari Selasa (21/11/2023).
Sebelumnya Ford menyatakan akan melanjutkan konstruksi pabrik tersebut di dekat kota Marshall, Michigan, setelah sempat dihentikan dua bulan yang lalu.
Baca Juga
Produsen Baterai EV Kurangi Pasokan Bikin Saham Tesla Anjlok 5%
Perusahaan otomotif terbesar kedua di AS ini berencana untuk memulai produksi baterai litium-ferit yang lebih terjangkau pada tahun 2026 berdasarkan teknologi yang dilisensikan dari CATL. Ford akan memiliki pabrik tersebut dan setuju memberikan kesempatan kepada United Auto Workers untuk mengorganisir pekerja pabrik tanpa pemungutan suara.
Hubungan Ford dengan CATL mendapat kritik dari anggota parlemen AS, yang menentang subsidi kendaraan listrik AS yang mengalir ke entitas China.
Wakil ketua parlemen AS Mike Gallagher, seorang anggota partai Republik yang memimpin komite Dewan tentang Chinamenyatakan pada hari Selasa bahwa keputusan yang dilaporkan oleh Ford sangat mengecewakan. "Rakyat Amerika layak mendapatkan yang lebih baik dari perusahaan ikonis AS yang menerima subsidi pajak besar. Ford harus menghentikan kesepakatan yang tidak etis ini secara permanen," kata Gallagher dikutip Reuters.
Saat ini Ford tengah berupaya mendapatkan persetujuan dari Departemen Keuangan AS agar baterai litium-ferit (LFP) yang diproduksi di pabrik Michigan memenuhi syarat untuk mendapatkan subsidi Undang-Undang Pengurangan Inflasi untuk kendaraan listrik. Saat ini, Ford sudah menggunakan baterai LFP yang diimpor untuk SUV listrik Mustang Mach-E.
"Kami yakin mengenai manfaat-manfaat Undang-Undang Pengurangan Inflasi," ujar juru bicara Ford, Mark Truby, dalam konferensi telepon dengan wartawan pada hari Selasa. Sementara itu dari Kementerian Keuangan tidak memberikan komentar.
Baca Juga
Sebelumnya Ford mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi rencana investasi awal sebesar US$3,5 miliar untuk membuat Blue Oval Battery Park Michigan, yang seharusnya mampu memproduksi 35 gigawatt baterai setiap tahun dan menyerap sekitar 2.500 pekerja.Saat ini Ford berencana mengurangi kapasitas pabrik baterai Michigan menjadi 20 gigawatt dan mengurangi jumlah pekerja yang direkrut menjadi 1.700 orang.
Pesaing utamanya, General Motors, juga telah menahan investasi di kapasitas EV baru untuk Amerika Utara menyusul kenaikan suku bunga yang telah memperlambat pertumbuhan permintaan. GM mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan mengadakan pertemuan pada 29 November untuk memberi informasi kepada para investor mengenai prospek perusahaan.
Saham Ford turun 1,5%, sementara saham GM ditutup turun 2,2%, dan saham Stellantis turun 2,1% dalam perdagangan di New York pada hari Selasa.
Ketiga perusahaan otomotif Detroit tersebut saat ini menghadapi biaya tenaga kerja yang lebih tinggi di AS setelah meratifikasi kontrak baru dengan United Auto Workers.
Menurut Truby, investasi modal Ford juga akan dikurangi, kendati ia menolak memberikan angka yang lebih rinci. Dia menyatakan bahwa total investasi akan proporsional dengan pengurangan kapasitas sebesar 40%, yang mengindikasikan perkiraan biaya baru sekitar US$2 miliar.
Ford mengumumkan pada bulan Oktober bahwa mereka akan memotong investasi kendaraan listrik (EV) secara keseluruhan sebesar US$12 miliar dibandingkan dengan rencana sebelumnya. Perusahaan juga telah menunda pembangunan pabrik baterai di Kentucky dan Turki.

