Penerima Transplantasi Jantung Babi di AS Akhirnya Meninggal
JAKARTA, Investortrust.id – Seorang pria berusia 58 tahun yang menderita gagal jantung dan menerima transplantasi jantung baru dari seekor babi yang telah dimodifikasi secara genetik meninggal padaSenin(30/10/2023), hampir enam pekan setelah menerima organ tersebut.
Disampaikan pejabat di University of Maryland Medical Centre pada hari Selasa (31/11/2023), Lawrence Faucette dari Frederick, Maryland, Amerika Serikat adalah pasien kedua di pusat medis tersebut yang telah mengganti jantungnya dengan jantung dari seekor babi yang dimodifikasi secara genetik. Modifikasi gentik pada jantung babi tersebut diyakini akan lebih kompatibel dengan manusia penerima dan tidak akan ditolak oleh sistem kekebalan tubuh manusia.
Sebelumnya pasien pertama penerima transplantasi jantung dari seekor babi, David Bennettyang berusia 57 tahun, telah meninggal pada tahun 2022, dua bulan setelah transplantasi. Dia mengalami berbagai komplikasi, dan jejak virus yang menginfeksi babi ditemukan dalam jantung barunya.
Kedua pasien tersebut menderita penyakit jantung akut sehingga mereka menerima transplantasi organ. Keduanya juga tidak berhasil pulih.
Sebelumnya para dokter mengatakan bahwa Bennett tidak menunjukkan tanda-tanda penolakan akut terhadap jantung barunya, yang merupakan risiko terbesar dalam transplantasi organ. Sementara para dokter mengatakan bahwa jantung yang ditransplantasikan pada Faucette mulai menunjukkan tanda-tanda penolakan awal.
Faucette juga dikenal kerap melakukan perawatansendiri, membaca dan menafsirkan biopsinya sendiri, kata Dr Muhammad Mohiuddin, seorang profesor bedah dan direktur program xenotransplantasi jantung di University of Maryland School of Medicine, demikian dilaporkan StraitsTimes, Rabu (1/11/2023).
"Keinginan terakhirFaucette adalah agar kami memanfaatkan apa yang telah kami pelajari dari pengalaman kami, sehingga orang lain dapat memiliki peluang untuk mendapatkan jantung baru ketika organ dari manusia tidak tersedia," kata DrBartley Griffith, ahli bedah yang melakukan transplantasi.
Dikatakan Griffith Setelah operasi, jantung yang ditransplantasikan berfungsi dengan baik, tanpa tanda-tanda penolakan selama sebulan pertama, dan Faucette dapat melakukan terapi fisik dengan tujuan untuk mendapatkan kembali kemampuannya untuk berjalan.
Sama seperti Bennett, Faucette tidak dapat diterima dalam program transplantasi yang menggunakan jantung dari donor manusia yang telah meninggal, karena kondisinya yang sudah terlalu parah, selain menderita gagal jantung parah ia juga menderita vaskular perifer dan komplikasi lain.

