Minuman Alkohol dan Daging Babi Asal AS Tak Kena Tarif 0%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memberi penjelasan mengenai tarif 0% untuk komoditas asal Amerika Serikat (AS) yang masuk ke Indonesia. Tak seluruh produk AS yang masuk ke Indonesia akan dikenai tarif 0%, misalnya minuman beralkohol dan daging babi.
“Ada beberapa produk yang sedang kami diskusikan agar tidak dikenai tarif 0% dan mereka sepakat,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, di kantornya, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Baca Juga
Indonesia Harus Lebih Cerdik Bernegosiasi Hadapi Tarif Trump
Susi, sapaan akrab Susiwijono, mengungkapkan, komoditas yang tidak dikenai tarif 0% di antaranya minuman beralkohol. “Kemudian yang sebenarnya tidak mungkin kita impor, tapi kita juga minta tidak 0% yaitu daging babi,” ujar dia.
Menurut Susi, total terdapat 11.552 harmonized system (HS) number dari AS yang tercatat di perdagangan Indonesia. Dari total angka itu, terdapat 11.474 HS yang dikenai tarif 0%. Artinya, sebanyak 78 kode HS yang tersisa (0,67%) tak dikenai tarif 0%.
“Sebenarnya skema tarif yang masuk impor 0% itu kan di semua kerja sama FTA (Free Trade Agreement) dan CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), kita juga 0%” ujar dia.
Dia menambahkan, skema tarif impor 0% untuk beberapa komoditas yang masuk ke Indonesia juga berlaku untuk perdagangan antarnegara ASEAN. Dalam ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), sebanyak 99% perdagangan juga menggunakan skema tarif 0%.
“Kemudian dengan Australia itu juga 94-95% perdagangan sudah memakai (tarif) 0%. Dengan Selandia Baru, dengan Jepang juga 91% sudah (dengan tarif) 0%” ucap dia.
Baca Juga
Kesepakatan Terbaru, Trump Tetapkan Tarif 19% atas Produk Indonesia
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelumnya menjelaskan, pemerintah Indonesia dan AS akan membuat kesepakatan bersama mengenai detail keputusan tarif resiprokal hingga pembelian produk-produk AS.
Selain itu, terdapat negosiasi tambahan untuk beberapa produk ekspor Indonesia ke AS. Beberapa produk tersebut sangat dibutuhkan dan tidak diproduksi di AS. “Itu kita nego supaya tarifnya 0%” ujar dia.

