Bukan Hanya Indonesia, Gelombang Panas Ekstrem Melanda Sejumlah Negara Ini
NEW YORK, Investortrust.id – Gelombang panas ekstrem telah membawa masalah di wilayah belahan bumi utara selama berminggu-minggu terakhir. Hanya sedikit kota yang tidak diterjang suhu tinggi, sementara sebagian besar lainnya menghadapi suhu tinggi yang berbahaya.
Di Eropa, panas ekstrem telah mendorong para pejabat di Yunani, Italia, dan Spanyol untuk mengaktifkan tindakan darurat guna melindungi penduduk dan wisatawan.
Dilansir New York Times, Sabtu (30/9/2023) bahwa, cuaca panas dan kering juga telah memicu kebakaran hutan yang menghanguskan sebagian Kroasia, Yunani, Swiss, dan Kepulauan Canary di Spanyol.
Baca Juga
Cuaca Panas Terik Bisa hingga Oktober, BMKG Ungkap Penyebabnya
Sementara di Tiongkok, gelombang panas telah memecahkan rekor suhu di negeri Tirai Bambu tersebut, membuat pihak berwenang memperingatkan bahwa kelembapan yang tinggi dapat membuat suhu terasa hampir 20 derajat Fahrenheit lebih panas dari suhu sebenarnya.
Pengukuran seberapa panas rasanya di luar, yang dikenal sebagai indeks panas, juga mencapai tingkat yang “mengancam jiwa” di beberapa wilayah Timur Tengah.
Sementara itu di Amerika Serikat, diperkirakan puluhan juta orang juga akan menghadapi tingkat panas yang berbahaya dalam beberapa hari mendatang, karena suhu yang sangat panas menyebar jauh melampaui wilayah Barat Daya hingga ke Ujung Selatan dan Tenggara.
Meskipun suhu global cenderung mencapai puncaknya pada akhir bulan Juli, panas ekstrem yang melanda planet ini pada bulan ini masih jauh dari normal. Sebelumnya para peneliti di World Meteorological Organization dan para ilmuwan mengatakan bahwa dua minggu pertama bulan Juli merupakan minggu terpanas setidaknya sejak tahun 1940.
Baca Juga
Menikmati Musik dan Hidangan Lezat di Vulture’s Nest Restaurant
Gelombang panas yang luar biasa ini disebabkan oleh terus berlanjutnya emisi gas-gas yang memerangkap panas, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil, dan sebagian lagi oleh kembalinya El Niño, sebuah pola siklus cuaca yang cenderung dikaitkan dengan tahun-tahun hangat secara global.
Suhu udara permukaan yang panas juga disertai dengan gelombang panas laut. Perairan dekat Florida dan Karibia yang sempat mencapai suhu 90an Fahrenheit pada tanggal 10 Juli dan terus menjadi lebih hangat, sehingga menimbulkan ancaman besar bagi terumbu karang dan kehidupan laut lainnya.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Turun Lagi Jadi Rp 1,049 Juta per Gram
Sementara itu, di Indonesia, Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gelombang panas ekstrem terjadi disebagian besar wilayah Indonesia, terutama Jawa hingga Nusa Tenggara.
Cuaca di wilayah tersebut cerah dan pertumbuhan awannya minim pada siang hari. Kondisi demikian, menurut BMKG, membuat sinar matahari pada siang hari langsung sampai ke permukaan bumi tanpa halangan signifikan dari awan di atmosfer sehingga suhu udara di luar ruangan terasa sangat terik.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, menjelaskan bahwa pada akhir September 2023 posisi semu matahari menunjukkan pergerakan ke arah selatan ekuator.
“Artinya, bagian wilayah Indonesia yang berada di selatan ekuator bisa kena dampak penyinaran matahari lebih intens dibandingkan wilayah lainnya pada pagi menjelang siang dan siang hari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/9/2023).
Namun demikian kata dia, fenomena astronomis ini tidak berdiri sendiri dalam mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis atau ekstrem di permukaan bumi.
Faktor lain seperti kecepatan angin, tutupan awan, dan tingkat kelembapan udara juga memiliki dampak besar pada suhu di suatu wilayah.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, ia menjelaskan, selama periode 22 sampai 29 September 2023 suhu maksimum terukur di beberapa wilayah Indonesia pada siang hari cukup tinggi, berkisar 35 sampai 38 derajat Celsius.
"Suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut ada yang mencapai hingga 38 derajat Celsius, yang terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 25 dan 29 September 2023, serta di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, pada tanggal 28 September 2023," jelasnya.
Menurut dia, suhu maksimum terukur di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, berada pada kisaran 35 sampai 37,5 derajat Celsius.
Suhu maksimum terukur mencapai 37,5 derajat Celsius di wilayah Tangerang Selatan pada 29 September 2023.

