Menhub Ajak Abu Dhabi Airports Kembangkan Bandara Kertajati
ABU DHABI, investortrust.id - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menawarkan kepada Abu Dhabi Airports untuk menjadi mitra strategis pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, di Jawa Barat. Abu Dhabi Airports merupakan pengelola bandara kedua terbesar di Uni Emirat Arab (UEA), setelah Bandara Dubai.
"Kami telah bertemu dengan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohammed Al Mazroei dan Chief Executive Officer (CEO) Abu Dhabi Airports Sheikh Mohammed saat kunjungan kerja ke Abu Dhabi, UEA, Sabtu (25/11/2026). Kami memberikan penawaran untuk menjadi mitra strategis pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati," kata Menhub dalam keterangan pada Minggu (26/11/2023).
Setelah pertemuan tersebut, Menhub berharap Abu Dhabi Airport menangkap peluang kerja sama untuk mengembangkan Bandara Kertajati, bersama dengan BIJB dan Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bandara terbesar kedua di Indonesia itu.
Baca Juga
Menhub Minta Dukungan Konektivitas dan Operasional Bandara Kertajati
Joint Venture Maskapai Penerbangan Domestik
Menhub menjelaskan, Bandara Kertajati merupakan bandara baru yang dibangun untuk menggantikan Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. “Secara grand design, Bandara Kertajati akan memiliki fasilitas cargo village, maintenance, repair, and overhaul (MRO), serta area komersial,” ucapnya.
Lebih lanjut Budi Karya mengatakan, Bandara Kertajati diproyeksikan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta di Jakarta, dengan memiliki pasar potensial untuk pariwisata, umroh dan haji, kargo, serta aerocity.
“Bandara Kertajati akan membuka peluang bagi mitra strategis untuk membeli saham dengan porsi maksimal 49%. Dalam pertemuan kami bersama Menteri Suhail, dijajaki pula peluang kerja sama antara maskapai Indonesia dan maskapai UEA, untuk membentuk perusahaan joint venture dalam rangka melayani pasar penerbangan domestik,” ujar Menhub.
Baca Juga
Sementara itu, Menteri Suhail menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi dan menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesia, baik itu pada bidang transportasi darat, laut, udara, maupun kereta api.

